RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyatakan KBRI Ottawa siap menghubungkan UKM Indonesia dengan calon pembeli dari Kanada. Dukungan tersebut dilakukan melalui Atase Perdagangan dengan memfasilitasi informasi pasar dan tindak lanjut peluang bisnis.
Muhsin menjelaskan KBRI Ottawa akan mendukung pelaksanaan program Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG). Melalui inisiatif tersebut, UKM Indonesia diharapkan dapat memperluas akses ke pasar internasional dan memperkuat kapasitas ekspor.
"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa siap mendukung kerja sama ini di sepanjang implementasinya. Melalui Atase Perdagangan kami, kami akan terus memfasilitasi akses terhadap informasi pasar, menghubungkan UKM Indonesia dengan calon pembeli dari Kanada," ujar Muhsin dalam tayangan video yang ditampilkan pada peluncuran proyek ‘Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG)’ di sektor kerajinan (handicraft) di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Muhsin mengatakan peluncuran TRISEG berlangsung menjelang pemberlakuan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada atau Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Desember 2026.
Ia menjelaskan pelaku UKM perlu memenuhi persyaratan pasar dan membangun hubungan komersial yang kredibel untuk memanfaatkan peluang perdagangan. TRISEG dapat mendukung upaya tersebut dengan menghubungkan kesiapan ekspor dan interaksi langsung bersama calon pembeli.
"Bagi UKM, mewujudkan peluang-peluang tersebut membutuhkan kemampuan untuk memenuhi persyaratan pasar dan membangun hubungan komersial yang kredibel. TRISEG dapat memajukan upaya ini dengan menghubungkan kesiapan ekspor dengan interaksi langsung bersama calon pembeli (prospective buyers)," kata Muhsin.
Dalam sektor kerajinan, Muhsin menyoroti keterampilan pengrajin dan desain khas Indonesia sebagai dasar kuat bagi daya saing internasional. Ia menyebut UKM yang bergerak di bidang kayu, rotan, kulit, dan serat alami dapat merespons pembeli Kanada maupun internasional secara lebih efektif.
[bacajuga=1;title="Kanada Targetkan Dukung 200 UKM Indonesia, Fokus pada Usaha Perempuan";sumber="berita"]
Menurut Muhsin, dukungan pengembangan produk, pemenuhan standar kualitas, dan penentuan posisi pasar dapat membantu UKM merespons pembeli secara lebih efektif.
"Dukungan terarah untuk pengembangan produk, standar kualitas, dan penentuan posisi pasar (market positioning). Dapat memungkinkan UKM yang bergerak di bidang kayu, rotan, kulit, dan serat alami merespons pembeli dari Kanada secara lebih efektif," ucap Muhsin.
Muhsin juga menyambut fokus TRISEG terhadap UKM yang dimiliki atau dipimpin perempuan serta kelompok yang kurang terwakili. Partisipasi mereka diperkuat melalui layanan yang menjawab kebutuhan spesifik, termasuk akses pembiayaan, informasi pasar yang relevan, dan jaringan bisnis.
Selain itu, Muhsin menyoroti fokus TRISEG pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan iklim. Pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab serta praktik produksi yang baik dapat meningkatkan daya saing dan kemampuan UKM menjaga keandalan pasokan.
KBRI Ottawa akan berkoordinasi dengan TFO Canada, Kementerian Perdagangan, dan seluruh asosiasi yang berpartisipasi. Muhsin menekankan pentingnya keterlibatan berkelanjutan setelah pelatihan dan pertemuan bisnis untuk mengubah kontak potensial menjadi pesanan dan kemitraan jangka panjang.
"Keterlibatan berkelanjutan setelah pelatihan dan pertemuan bisnis akan sangat penting untuk mengubah kontak-kontak yang menjanjikan. Menjadi pesanan (orders) dan kemitraan yang bertahan lama," ujar Muhsin.
Muhsin menyampaikan pernyataan tersebut melalui rekaman video dalam peluncuran proyek TRISEG di Indonesia. Ia menyambut peluncuran fase implementasi program dan mendoakan kesuksesan seluruh mitra.
[bacajuga=2;title="TFO Canada Perkuat UKM Indonesia, Buka Peluang Pasar Kanada";sumber="berita"]
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.