RRI.CO.ID, Jakarta - KONI Pusat mendorong evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan atlet, menyusul meninggalnya dua atlet saat mengikuti Porprov Jawa Tengah 2026. Kedua atlet tersebut adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja dari cabang olahraga selam dan Ayudiah Rivana Tridiandinata dari pencak silat.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua atlet tersebut. Marciano menilai, peristiwa ini menjadi tantangan berat bagi KONI Jawa Tengah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

"Tentunya ini menjadi tantangan berat bagi KONI Jawa Tengah dan juga anggotanya. Saya mendukung evaluasi komprehensif terutama dalam hal standar penyelenggaraan pertandingan yang mengutamakan keselamatan atlet," ujar Marciano, seperti dikutip dari portal resmi KONI, Minggu, 1 November 2026.

[bacajuga=1;title="Menpora Minta Evaluasi Menyeluruh usai Dua Atlet Meninggal di Porprov Jateng";sumber="berita"]

Ia menegaskan, keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kompetisi olahraga. Menurutnya, aspek kesiapan tenaga medis, penanganan cedera, hingga pengaturan waktu istirahat harus mendapat perhatian serius.

"Atlet adalah Patriot olahraga, karena mereka berjuang membawa nama daerah dan bangsa melalui prestasi yang diraih. Tugas kita bersama adalah menjaga dan melindungi mereka dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Marciano juga menekankan pentingnya memastikan prosedur keselamatan dan rujukan medis berjalan sesuai ketentuan. KONI Pusat juga mewajibkan seluruh peserta kompetisi terdaftar sebagai peserta BPJS untuk memberikan perlindungan bagi atlet.

"Sangat penting untuk memastikan setiap prosedur keselamatan, penanganan cedera, dan rujukan medis berjalan dengan baik," kata Marciano. Ia berharap evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa dan memperkuat perlindungan atlet Indonesia.

[bacajuga=2;title="Kematian Atlet Porprov di Semarang, Polisi Telusuri Kronologi Tindakan Medis";sumber="berita"]

Selain kejadian dua atlet meninggal dunia, PB Porprov Jateng mencatat 193 atlet mengalami cedera selama penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Sebanyak 157 atlet menjalani rawat jalan, 14 atlet menjalani observasi, dan 22 atlet harus dirawat di rumah sakit.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng Dr. Elhamangto Zuhdan menyebut, kasus rujukan terbanyak berasal dari cabang olahraga kontak fisik. "Kasus-kasus yang dirujuk cukup banyak terjadi di cabor kontak fisik, seperti di Kota Salatiga," ujar Elham, saat menyampaikan keterangan pers di Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026.

PB Porprov Jateng juga menyiagakan sekitar 275 tim medis di enam wilayah penyelenggara Porprov. Setiap tim dilengkapi ambulans dan tiga personel, terdiri dari dokter, perawat, serta pengemudi.

Panitia juga menyediakan ambulans mobile, yang siap meninggalkan arena untuk penanganan kedaruratan. Selain itu fisioterapis, tenaga masseur, hingga fasilitas khusus sesuai kebutuhan cabang olahraga juga turut disiapkan panitia pelaksana.