RRI.CO.ID, Jakarta - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 menargetkan partisipasi sekitar 1.500 perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Hingga pemaparan persiapan kegiatan, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai sekitar 1.300 orang.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, mengatakan KPPTI 2026 menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman. "Forum ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Khairul di Graha Diktisaintek, Jakarta, dikutip Sabtu, 7 November 2026.

KPPTI 2026 mengangkat empat subtema utama, yakni pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kearifan lokal dan keberlanjutan, serta inklusi dan kemanusiaan.

Pada pembahasan teknologi digital, perguruan tinggi akan membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan asesmen. Kesiapan kampus menghadapi perkembangan teknologi serta kolaborasi manusia dengan kecerdasan buatan juga menjadi perhatian.

[bacajuga=1;title="KPPTI 2026 Susun Peta Jalan Perguruan Tinggi Berdampak menuju 2045";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Gelar Tiga Forum Nasional";sumber="berita"]

Sementara itu, subtema SDGs menyoroti tata kelola kampus, inovasi ekonomi, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan. Kampus diharapkan mengintegrasikan prinsip tersebut dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Subtema kearifan lokal membahas kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Pengembangan tersebut diharapkan tetap memperhatikan pelestarian pengetahuan dan budaya lokal.

Adapun pembahasan inklusi dan kemanusiaan diarahkan pada perluasan akses pendidikan tinggi bagi seluruh kelompok masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Keempat subtema tersebut akan dibahas melalui empat sesi tematik dan 12 sesi diskusi. Forum ini juga menjadi sarana pertukaran pengalaman dan praktik baik ant perguruan tinggi.

KPPTI 2026 merupakan kelanjutan dari Surabaya Message yang dihasilkan pada penyelenggaraan 2025. Kesepakatan tersebut menekankan konsolidasi tujuan bersama, kolaborasi lintas sektor, berbagi praktik baik, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Konferensi dijadwalkan berlangsung pada 11-13 November 2026. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat perannya dalam pembangunan nasional.