RRI.CO.ID, Depok — Pencegahan HIV/AIDS pada remaja tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi medis. Diperlukan pula pemahaman yang benar, sikap empati, dan keberanian untuk menolak stigma serta diskriminasi.
Berangkat dari pendekatan tersebut, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar program edukasi pencegahan HIV/AIDS yang melibatkan 14 sekolah di Kota Depok, akhir Oktober lalu. Melalui program tersebut, sebanyak 14 pelajar dikukuhkan sebagai Duta Kesehatan Remaja.
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Bahar Medika tersebut diikuti 62 pelajar tingkat menengah bersama guru pendamping. Program ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi sekaligus membangun pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya menghapus stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Program pengabdian kepada masyarakat ini digagas oleh Dr. Anggri N. Zahra, S.Kep., bersama tim dosen, di antaranya Prof. Agung Waluyo dan Dr. Widyatuti, serta melibatkan mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor FIK UI.
Dalam pelaksanaannya, program mengusung model Duta Remaja WPA–PAPHA (Warga Peduli AIDS–Pelajar Peduli HIV/AIDS). Pendekatan edukasi sebaya menjadi salah satu strategi utama untuk menyampaikan informasi kesehatan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Melalui diskusi dan simulasi interaktif, peserta diajak memahami cara pencegahan HIV/AIDS. Mengenali informasi kesehatan yang benar, serta menghormati hak dan martabat ODHIV.
Selain edukasi langsung, para pelajar juga didorong membuat konten edukasi digital melalui TikTok dan Instagram. Konten tersebut diarahkan untuk menyebarluaskan informasi pencegahan HIV/AIDS sekaligus mengampanyekan sikap antiperundungan di kalangan remaja.
Sebanyak 14 sekolah turut berpartisipasi dalam program ini, yakni SMPN 19, MA Said Yusuf, SMPN 30, SMPN 20, SMP Prestasi Global, SMA PGRI, dan SMP PSKD. Selanjutnya MA Al-Hidayah, SMK Lingga Kencana, SMP Perjuangan, SMA YPPD, SMPN 1 Depok, SMA Pelita, dan SMAN 14 Depok.
Dalam kegiatan tersebut, 14 pelajar terpilih menerima selempang sebagai Duta Kesehatan Remaja. Mereka diharapkan menjadi penggerak edukasi sebaya dengan menyebarluaskan informasi yang benar, mengajak teman sebaya menerapkan perilaku pencegahan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas diskriminasi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, para duta akan dihubungkan dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), guru bimbingan dan konseling (BK), puskesmas, serta jejaring Warga Peduli AIDS (WPA) Kecamatan Pancoran Mas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan sekaligus memudahkan remaja memperoleh dukungan dari tenaga pendidik dan layanan kesehatan.
Kegiatan ini juga disaksikan mahasiswa asal Sudan yang tengah menempuh pendidikan profesi Ners di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kehadiran mereka menambah unsur kolaborasi lintas budaya dalam upaya promosi kesehatan dan pengurangan stigma terhadap ODHIV.
Melalui program tersebut, FIK UI mendorong keterlibatan aktif remaja dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Dengan bekal pengetahuan yang tepat dan sikap tanpa diskriminasi, para pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah sekaligus mendukung pencapaian target nasional Three Zero 2030.
[bacajuga=1;title="Mengisi Kemerdekaan dengan Memutus Mata Rantai HIV";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Kemnaker Ganjar PetroChina Platinum P2-HIV/AIDS";sumber="berita"]
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.