RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk memberikan dukungan nyata dalam memperkuat mutu perguruan tinggi di Provinsi Papua Pegunungan. Hal ini disampaikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat.

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Suriel Samuel Mofu mengatakan, peningkatan kualitas perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting. Agar pelayanan pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah tersebut semakin optimal.

"Kami berharap ada dukungan bagi pengembangan-pengembangan perguruan tinggi di Papua Pegunungan supaya dapat mendidik sumber daya manusia (SDM) daerah tersebut lebih maksimal," kata Suriel di Wamena, Minggu 1 November 2026.

[bacajuga=1;title="Pemuda Papua Selatan Diajak Kawal Investasi Berkelanjutan";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Ketua Sinode GKII Papua tengah Ajak Semua Pihak Hentikan Konflik";sumber="berita"]

[bacajuga=3;title="Pertamina Pastikan Stok BBM di Papua Pegunungan Aman";sumber="berita"]

Hal itu disampaikannya saat menghadiri wisuda angkatan XVII Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Menurutnya, keberadaan sejumlah perguruan tinggi di Papua Pegunungan perlu diimbangi dengan dukungan konkret pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Dukungan tersebut diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mencetak SDM lokal. Suriel berharap pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan institusi pendidikan tinggi agar masyarakat dapat memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.

"Kami harap anak-anak kita dapat menempuh pendidikan pada perguruan tinggi yang ada di Papua Pegunungan. Supaya mereka tidak perlu menempuh pendidikan di luar yang membutuhkan biaya besar," ujarnya.

Ia menilai, penguatan perguruan tinggi lokal tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas SDM, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Pasalnya, biaya pendidikan yang dikeluarkan keluarga mahasiswa dapat tetap berputar di Papua Pegunungan apabila generasi muda memilih kuliah di perguruan tinggi setempat.

"Kalau anak-anak kita, adik-adik kita kuliah ke luar, maka uang diberikan kepada daerah lain. Tetapi kalau mereka kuliah di sini, uang itu akan berputar di sini dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah," katanya.

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek, terdapat delapan perguruan tinggi aktif yang terdaftar di Provinsi Papua Pegunungan.

Kedelapan perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena (UNAIM) Jayawijaya, Universitas Baliem Papua (UNIBA) Jayawijaya, Universitas Sains dan Teknologi Okmin Papua (UOP) Pegunungan Bintang. Kemudian, STKIP Abdi Wacana Wamena, STKIP Kristen Wamena, STIPER Petra Baliem Wamena, Akademi Bahasa Asing Netaiken Wamena, serta Universitas Lambu Barat Nduga.

Selain itu, terdapat sejumlah Sekolah Tinggi Teologi atau Agama Kristen yang juga aktif beroperasi di wilayah tersebut. Tetapi berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama.

Keberadaan perguruan tinggi tersebut menjadi potensi bagi Papua Pegunungan untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Namun, dukungan pemerintah daerah dinilai diperlukan agar institusi pendidikan lokal mampu meningkatkan kualitas layanan dan menghasilkan SDM yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.