RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Center for Young Scientists (CYS) menggelar Lomba Peneliti Belia Jawa Timur 2026. Sebanyak 339 peserta dari 83 sekolah mengajukan 180 riset.

Lomba Peneliti Belia Jawa Timur 2026 membahas sepuluh bidang riset. Bidangnya meliputi matematika, fisika, komputer, lingkungan, hayati, ekonomi, geografi, sejarah, sosiologi, psikologi.

[bacajuga=1;title="Riset Mahasiswa PTKIN Didorong Berdampak Nyata bagi Masyarakat";sumber="berita"]

Ketua panitia Yuan Yovita Setiawan berharap lomba ini mendorong peserta meneliti fenomena sekitar. Peserta juga diharapkan berani mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah.

" Lomba ini mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis, dan gagasan bermanfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya generasi muda," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu 1 November 2026.

Ketua LPPM Ubaya, Prof. Suyanto, menekankan pentingnya riset. Aktivitas penelitian menjadi bagian utama pemajuan pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Proses penelitian sebenarnya dilakukan sehari-hari. Hasil riset siswa bersama bimbingan guru dapat dikembangkan saat memasuki dunia universitas,”ucapnya

Direktur CYS Monika Raharti menegaskan lomba ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana belajar dan berkembang.

[bacajuga=2;title="Apa Bedanya Inovasi, Penemuan, dan Kreativitas? Simak Penjelasannya";sumber="berita"]

" Meski masih muda, peserta mampu menghasilkan solusi bertanggung jawab. Gagasan tersebut dibuktikan melalui riset dan data valid,” ucapnya.

Penilaian dilakukan melalui poster ilmiah dan presentasi lisan, dengan enam tim terbaik mendapat penghargaan. Juara tiga besar akan bertarung di tingkat nasional.