RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program MBG dan KDMP berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026. Sehingga pertumbuhannya mencapai 5,47 perrsen, meningkat cukup signifikan dibandingkan triwulan II yang tumbuh sebesar 5,29 persen

"Memang di dua kuartal ini, yaitu kuartal II dan III, belanja pemerinah digenjot. Belanja pemerintah ini sebagian dari konsumsi program-program unggulan pemerintah seperti MBG dan KDMP," kata Menkeo Airalangga dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

[bacajuga=1;title="Penutupan Perdagangan, Rupiah Menguat Signifikan ke Rp18.082 per Dolar AS";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Tekanan Dolar Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Tajam Hari Ini";sumber="berita"]

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen pada triwulan III masih cukup baik di tengah ketidakastian yang tinggi. "Pertumbuhan ekonomi sudah 'on the right track dengan fundamental yang kuat dan investasi yang terus meningkat," ucapnya.

Momentum pertumbuhan ekonomi yang positif ini, lanjut Menko, akan berlanjut hingga triwulan IV. Apalagi di kuartal IV ini indeks manufaktur atau PMI Indonesia berada di level ekspansif di angka 54, tertinggi sejak Maret 2026.

"Sementara itu, indeks Kepercayaan Industri Indonesia (KII) yang dirilis Kementerian Perindustrian, juga berada di level ekspansif di levell 53,7," ucap Menkeo Airlangga. Untuk triwulan IV, pemerintah menargetkan perumbuhan ekonomi di 5,4 persen.

Untuk itu pemerintah akan mendorong konsumsi rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat dengan sejumlah program stimulus. Belanja pemerintah, kata Airlangga, juga akan dimaksimalkan, khususnya belanja yang terkait program MBG dan KDMP.

Selain itu, pemerintah juga akan berupaya meningkatkan investasi serta mendorong ekspor. "Pemerintah sekarang sedang menyisir regulasi-regulasi yang dinilai menghambat espor," ucap Menko Airlangga.

Di sisi lain, tambah Airlangga, pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan kemudahan impor untuk tujuan ekspor. Sehingga perekonomian Indonesia di kuartal keempat juga dapat tumbuh lebih tinggi.