RRI.CO.ID, Jakarta – Tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus mengaku ketangguhan pebulu tangkis asal Jepang, Akane Yamaguchi. Dhinda pelajaran berharga dan pengalaman penting usai takluk dari unggulan kedua turnamen ini di babak perempat final.

Dalam laga yang berlangsung di Jinnam Stadium, Korea Selatan, Jumat 6 November 2026, Dhinda menelan kekalahan straight set. Ia kalah dengan skor akhir 13-21, 18-21 dalam tempo 34 menit permainan.

Dalam keterangan resmi usai pertandingan, Dhinda mengatakan bahwa permainan dimulai seimbang. Namun, perubahan tempo yang dilakukan Akane setelah interval gim pertama membuat pebulu tangkis asal Bali itu kesusahan.

“Di awal gim pertama, saya bisa mengimbangi dia tapi setelah poin 11 dia mempercepat tempo dan jauh meninggalkan saya. Saya kurang bisa menahan bola-bola dia jadi mudah mati sendiri,” ujar Dhinda.

Menurutnya, kemampuan pengembalian lob yang dimiliki Akane sangat hebat, sehingga memberinya masalah. “Pengembalian lobnya sangat dalam dan jauh dari jangkauan, itu membuat saya sangat kesulitan,” ujarnya.

Sementara pada gim kedua, Akane sempat mencetak enam poin secara beruntun. Dhinda berhasil mengejar, merubah kedudukan dari 12-18 menjadi 18-19, meski pada akhirnya gagal untuk membalikkan momentum.

“Di gim kedua ada momen jelang terakhir saya dapat beberapa poin beruntun tapi setelah itu tetap tidak kuat untuk menahannya,” ujarnya. Kekalahan ini memberinya pelajaran dan bahan evaluasi, khususnya penguatan fisik.

“Ke depan pasti harus lebih kuat lagi fisiknya, karena pasti kalau lawannya pemain top itu memang enggak gampang mati, bolanya juga susah-susah,” katanya. Kendati demikian, Dhinda mengaku senang dengan pengalaman yang ia dapatkan dari pertandingan ini.

“Di luar hasil hari ini, saya pasti senang banget karena enggak mudah juga bisa mencapai babak delapan besar apalagi harus melewati kualifikasi dengan lawan-lawan yang tangguh. Hanya tentunya saya enggak puas juga, pasti pengen hasil yang lebih lagi,” ujarnya.