RRI.CO.ID, Muscat — Oman dan Iran menekankan pentingnya memperkuat kesepahaman berkelanjutan guna menjamin keamanan maritim dan mengakhiri kondisi perang. Kedua negara juga berupaya mencegah terjadinya kembali konfrontasi di kawasan, dilansir dari Xinhua, Jumat, 6 November 2026.

Upaya tersebut dibahas melalui percakapan telepon pada Kamis, 5 November 2026. Pembicaraan berlangsung antara Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.

[bacajuga=1;title="Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam Dua Hari jika AS Penuhi Syarat";sumber="berita"]

Kedua menteri membahas perkembangan komunikasi dan perundingan diplomatik yang bertujuan memulihkan aktivitas pelayaran tanpa hambatan melalui Selat Hormuz. Mereka menilai diperlukan pengaturan praktis untuk menjamin keamanan jalur pelayaran.

Selain itu, kedua negara perlu membentuk mekanisme teknis bersama guna memastikan kelancaran perdagangan internasional dan distribusi energi. Kedua negara juga menegaskan bahwa setiap kesepahaman harus menghormati kedaulatan nasional dan kepentingan sah seluruh pihak.

[bacajuga=2;title="Qatar-Prancis Desak Pembukaan Selat Hormuz dan Gencatan Senjata Gaza";sumber="berita"]

Selain itu, pengaturan tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mendukung dimulainya kembali dialog dan negosiasi. Upaya tersebut bertujuan menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi penyebab meningkatnya ketegangan.

Selat Hormuz yang terletak di antara Oman dan Iran merupakan jalur perairan strategis bagi pasokan energi global. Sejak Israel dan Amerika Serikat menyerang terhadap Iran pada 28 Februari, aktivitas pelayaran melalui selat tersebut sebagian besar mengalami gangguan.

[bacajuga=3;title="Inggris dan Oman Sepakat Dorong Pembukaan Kembali Selat Hormuz";sumber="berita"]

Oman dan Iran berharap penguatan kerja sama keamanan maritim serta upaya diplomatik dapat memulihkan kelancaran pelayaran dan mengakhiri konflik. Kedua negara juga berupaya mencegah terjadinya kembali konfrontasi di kawasan.