RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perbankan syariah mencapai Rp1.108,45 triliun secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2026. Nilai tersebut tumbuh 10,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan pangsa pasar perbankan syariah mencapai 7,53 persen. Angka tersebut dihitung berdasarkan total aset perbankan nasional.
Menurut Dian, penguatan produk berciri khas syariah dan struktur industri terus dilakukan untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut. Upaya ini diharapkan memperluas pembiayaan ke berbagai sektor ekonomi, termasuk UMKM.
“Sinergi dengan bank induk juga terus didorong untuk memperluas jangkauan layanan. Memperkuat kapasitas bisnis, serta meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional bank syariah,” ujar Dian dalam Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah (PTBS) keempat di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 November 2026.
[bacajuga=1;title="OJK Gandeng Kemenag, Perkuat Sinergi Keuangan Syariah Komersial dan Sosial";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="OJK Luncurkan Cetak Biru untuk Perkuat Integrasi Industri Keuangan Syariah";sumber="berita"]
OJK terus menjalankan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023–2027. Fokus penguatan meliputi permodalan, konsolidasi, pemisahan unit usaha syariah, serta sinergi dengan bank induk.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kapasitas bisnis bank syariah. Upaya ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi operasional.
Di sisi lain, OJK memperkuat pengembangan produk investasi perbankan syariah melalui penerbitan POJK Nomor 4 Tahun 2026. Aturan tersebut menegaskan perbedaan antara simpanan dan investasi di perbankan syariah.
Ketentuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 14 Tahun 2026 tentang tata kelola dan manajemen risiko produk investasi perbankan syariah. Penguatan regulasi diharapkan mendukung pengembangan industri yang sehat dan berdaya saing.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.