RRI.CO.ID, Jakarta – Terasmitra bersama Goethe-Institut Jakarta akan membuka pameran Living Knowledge Lab Exhibition di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta. Pameran akan diadakan pada Sabtu, 7 November 2026.
Pameran yang berlangsung hingga 30 November 2026 tersebut menampilkan 15 karya photostory hasil kreativitas anak muda berusia 16-20 tahun. Karya-karya tersebut merupakan hasil program Living Knowledge Lab: Empowering Youth Through Digital Literacy and Sustainability.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Pembukaan Goethe-Institut Jakarta setelah menjalani renovasi selama satu tahun. Melalui fotografi dan cerita visual, para peserta mengangkat berbagai persoalan keberlanjutan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Tema yang diangkat meliputi perawatan dan sterilisasi kucing, sampah kemasan, budidaya maggot, serta ketahanan pangan perkotaan. Selain itu, terdapat karya mengenai kehidupan masyarakat pesisir Jakarta dan kegiatan thrifting sebagai upaya mengurangi limbah industri fashion.
Pihak Goethe-Institut Jakarta menilai generasi muda memiliki perspektif tersendiri dalam memahami persoalan keberlanjutan melalui lingkungan sekitar. "Generasi muda memiliki perspektif berbeda, sehingga keberlanjutan dapat dipahami melalui persoalan sederhana yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari," ujar pihak Goethe-Institut Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis 5 November 2026.
[bacajuga=1;title="Selain Bantu Kemandirian Lansia, Fisioterapi juga Dukung Aktivitas Generasi Muda";sumber="berita"]
Program Living Knowledge Lab dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi digital sekaligus pemahaman generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Pembelajaran tersebut memadukan literasi media, fotografi, photostory, keamanan digital, serta pendekatan partisipatif dalam memahami persoalan lingkungan.
Kegiatan berlangsung sejak Mei 2026 melalui lokakarya tatap muka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Peserta juga mengikuti pendampingan dan pelatihan bersama mentor fotografi hingga menyelesaikan proses penyusunan karya untuk dipamerkan.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Terasmitra, Catharina Dwihastarini, mengatakan generasi muda membutuhkan dukungan pengetahuan dan ruang berekspresi. "Orang muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial dan keberlanjutan lingkungan melalui pengetahuan, kapasitas, serta ruang menyampaikan gagasan," ujar Catharina.
Melalui kolaborasi tersebut, Terasmitra berharap generasi muda mampu mengolah pengalaman menjadi pengetahuan dan menyampaikannya kepada masyarakat melalui media kreatif. Program serupa juga diharapkan dapat dikembangkan di berbagai komunitas untuk memperluas keterlibatan anak muda dalam menciptakan perubahan berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.