RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 10.20 WIB rupiah di posisi Rp18.142 per dolar AS, naik 0,08 persen.
Pada Senin kemarin, rupiah masih loyo, ditutup turun 0,05 persen ke posisi Rp18.156 per dolar AS. Menguatnya rupiah di awal perdagangan sesuai prediksi analis dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.
"Hari ini, secara teknikal posisi rupiah berpeluang menguat ke rentang Rp18.066-Rp18.124 per dolar AS. Peluang bisa terjadi selama masih belum menembus area Rp18.217 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Selasa, 3 November 2026.
[bacajuga=1;title="Setelah Rilis Data Ekonomi, IHSG Diperkirakan 'Sideways' Hari Ini";sumber="berita"]
[bacajuga=1;title="Setelah Rilis Data Ekonomi, IHSG Diperkirakan 'Sideways' Hari Ini";sumber="berita"]
Perkiraan tersebut, tambah Herditya, setelah mencermati adanya pelemahan indeks dolar (DXY) AS. Termasuk pelemahan dari beberapa harga komoditas.
"Di sisi lain pasar juga menantikan hasil pemilu sela di AS serta data tenaga kerja AS," ucap Herditya. Sementara itu, indeks dolar AS pada hari ini terpantau bergerak di kisaran 101,79-101,81.
Harga minyak dunia pada hari ini turun, harga minyak Brent di level USD104,32-USD104,43 turun sekitar 7-8 persen. Sedangkan harga minyak WTI di kisaran USD96,46 – USD96,50 per barel , turun sekitar 7 persen.
Kondisi global juga masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah. Hasil pemilu sela di AS akan menentukan apakah rezim di AS akan melanjutkan tindakan militer terhadapnya terhadap Iran.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.