RRI.CO.ID, Sabang, Aceh - Perekonomian Aceh semakin membaik pasca bencana hidrometeorologi pada November 2025. Pemulihan ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Aceh,.

Sehingga tahun 2026 perekonomian Aceh diperkirakan akan tumbuh di kisaran 4,1 persen-5,1 persen. "Jadi, di sekitar 5 persen, di garis itu kita perkirakan perekonomian Aceh kembali normal seperti sebelum terjadi bencana," ucap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di Sabang, Aceh, 4-7 November 2026.

[bacajuga=1;title="Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Tipis";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="BI Catat Kenaikan Cadangan Devisa Oktober 2026";sumber="berita"]

Pada triwulan II 2026, perekonomian Aceh tumbuh 4,86 persen, meningkat tajam dibandingkan triwulan I yang hanya tumbuh 4,09 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan II meningkat karena akselerasi pemulihan pascabencana dan program prioritas pemerintah.

"Meski di akhir tahun (2025) terjadi bencana, dan perekonomian Aceh melambat di triwulan I. Akselerasi pemulihan bencana membuat perekonomian Aceh sudah kembali pulih seperti sebelum terjadi bencana, tumbuh 4,86 persen," kata Agus.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II didorong oleh sektor perdagangan, konstruksi dan pertanian. "Untuk triwulan III, pertumbuhan ekonomi Aceh akan sedikit melambat tapi masih relatif cukup baik mendekati 5 persen," ujar Agus.

Menurutnya, selain akselerasi pascabencana, investasi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Aceh sepanjang 2026 ini. Termasuk program Makan Bergizi Gratis dan program Koperasi Desa/Keluharan Merah Putih (KDKMP).

Meski demikian terdapat faktor eksternal yang dapat menahan pertumbuhan ekonomi Aceh di tahun 2026. Faktor penahannya, menurut Agus adalah konflik di Timur yang menyebabkan kenaikan harga BBM.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, pertumbuhan ekonomi Aceh akan terus meningkat di tahun 2027 di kisaran 4,7-5,2 persen. "Perbaikan pertumbuhan ekonomi di Aceh sangat bergantung pada berbagai upaya sinergi Pusat dan Daerah dalam pemulihan pasca bencana," ujar Agus menutup keterangannya.