RRI.CO.ID, Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) mendesak Southeast Asian Games Federation (SEAGF) meninjau keputusan pencoretan cabang dayung. Keputusan itu dinilai merugikan Indonesia yang selama ini mengandalkan dayung sebagai salah satu penyumbang medali.
Desakan tersebut disampaikan menyusul hasil sidang SEAGF di Bangkok pada 30 Oktober 2026. Dalam sidang tersebut, ditetapkan 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan untuk SEA Games Malaysia, 18-29 September 2027.
Dari daftar cabang olahraga yang disahkan, dayung tidak masuk dalam program pertandingan. Pencoretan tersebut mencakup tiga disiplin, yakni rowing, canoeing, dan traditional boat race.
[bacajuga=1;title="Dragon Boat Indonesia Waspadai Enam Negara di Kejuaraan Dunia";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Dragon Boat Indonesia Ingin Terus Didukung menuju Olimpiade";sumber="berita"]
PB PODSI menyampaikan keprihatinan mendalam atas keputusan tersebut karena berpotensi menghilangkan kesempatan atlet Indonesia mempertahankan prestasi. Selama ini, cabang dayung menjadi salah satu andalan kontingen Merah Putih dalam persaingan medali SEA Games.
Sebagai langkah tindak lanjut, PB PODSI meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olimpiade Indonesia mengajukan nota keberatan resmi. Nota tersebut diharapkan disampaikan kepada SEAGF dan Olympic Council of Malaysia agar keputusan pencoretan dapat ditinjau kembali.
[bacajuga=3;title="Dukungan Sponsor Bangkitkan Semangat Dragon Boat ke Kejuaraan Dunia 2026";sumber="berita"]
[bacajuga=4;title="Dragon Boat Matangkan Persiapan sejak Januari";sumber="berita"]
PB PODSI juga menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan program pemusatan latihan nasional meskipun menghadapi perubahan agenda kompetisi. Persiapan atlet tetap diarahkan menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai sasaran prestasi internasional.
Selain meminta dukungan pemerintah dan NOC Indonesia, PB PODSI mengajak masyarakat memberikan dukungan moral kepada atlet dayung. Organisasi tersebut menilai hilangnya dayung dari SEA Games bukan sekadar kehilangan medali, tetapi juga menyangkut keberlanjutan prestasi nasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.