RRI.CO.ID, Jakarta - Wisata alam di Indonesia menawarkan beragam pilihan, mulai dari kawasan perbukitan hingga pesisir pantai. Puncak Nawirahi di Kepulauan Sangihe dan Pantai Pengubaian di Kabupaten Kaur menjadi dua destinasi dengan keunggulan masing-masing.

Pengelola Wisata Puncak Nawirahi, Rahmat Tatonda, menyebut destinasi di Kampung Pananaru, Kecamatan Tamako, telah dikembangkan selama empat tahun. Tempat wisata di atas bukit ini menyediakan fasilitas kolam renang untuk dewasa dan anak-anak juga terdapat kafe.

“Jadi Nawirahi ini adalah salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jadi tempat wisata ini memadukan antara kolam renang untuk dewasa dan anak dan juga kafe,” ujar Rahmat saat bercakap dengan Pro 3 RRI, Minggu, 1 November 2026.

Dari ketinggian, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan hijau hingga hamparan laut lepas. Panorama tersebut juga bisa dinikmati langsung saat wisatawan berenang di kolam.

[bacajuga=1;title="Pemkot Bekasi Sulap Kawasan Kalimalang Jadi Destinasi Joging Baru";sumber="berita"]

Tak hanya berenang dan berfoto, pengunjung juga bisa menikmati hiburan karaoke setiap akhir pekan. Pengelola menyediakan fasilitas audio dengan konsep open mic, sehingga wisatawan bebas bergantian menyanyikan lagu.

“Kalau disini teman-teman bisa berenang, terus berfoto-ria, terus sambil berkaroke. Kalau akhir pekan biasanya ada yang karoke, karokenya open mic, jadi bebas orang mau gantian bernyanyi,” katanya.

Rahmat mengatakan pengelola berencana menghadirkan pertunjukan musik untuk menambah pilihan hiburan bagi wisatawan. Dari pusat kota, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui akses jalan di pinggir tempat wisata.

Untuk urusan kuliner, Puncak Nawirahi menyajikan sejumlah menu, salah satunya Bebek Bumbu RW sebagai hidangan unggulan. Pengunjung juga bisa mencicipi pisang goreng dengan sambal dabu-dabu yang menjadi salah satu sajian khas lokal.

[bacajuga=2;title="MRT Jakarta Ubah Kawasan Stasiun Menjadi Destinasi Publik";sumber="berita"]

Kehadiran tempat wisata ini turut membuka peluang usaha bagi warga sekitar melalui aktivitas perdagangan. Harga makanan berkisar Rp6.000 hingga Rp30.000, sedangkan tiket berenang dewasa Rp15.000, remaja Rp10.000, dan anak-anak Rp5.000.

Beralih ke Bengkulu, Pantai Pengubaian di Kabupaten Kaur memiliki daya tarik berupa pantai bersih dan hamparan perkebunan kelapa. Kepala Desa Pengubaian, Herman, mengatakan destinasi tersebut juga dikunjungi wisatawan dari luar daerah, seperti Pagar Alam dan Lahat.

Beragam aktivitas bisa dilakukan pengunjung, mulai dari berenang hingga bersantai di gazebo yang tersedia. Pantai ini juga menjadi tujuan perjalanan komunitas yang datang bersama-sama melalui kegiatan touring.

“Di Pengubaian ini pengunjung berdatangan dari daerah-daerah luar itu mengadakan touring. Bermandi di pantai, beristirahat di tempat-tempat yang telah disediakan di tempat wisata,” ucapnya.

Pengunjung juga dapat mencicipi aneka olahan hasil laut, seperti udang crispy, udang saus tiram, dan ikan merala. Pengolahan hasil laut tersebut turut melibatkan warga dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di kawasan wisata.

Selain wisata pantai, Pengubaian juga menarik wisatawan mancanegara yang datang untuk berselancar. Kawasan ini pernah menjadi lokasi turnamen selancar dan menyediakan fasilitas karaoke dalam ruangan bagi pengunjung.

Meski ombaknya relatif aman, Herman tetap mengimbau wisatawan memperhatikan batas area berenang. Ia mengatakan perjalanan dari pusat kota menuju Pantai Pengubaian membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Jumlah kunjungan biasanya meningkat saat hari libur. Pemerintah daerah turut mendukung pengembangan destinasi melalui pelatihan dan pembinaan agar pengelolaan wisata lebih tertib serta perekonomian masyarakat meningkat. (Shafira Nursyifa)