RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 6 November diperingati sebagai momentum berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan lingkungan, musik, dan pendidikan teknologi. Sejumlah peringatan internasional tersebut memiliki sejarah serta tujuan berbeda dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan.

Peringatan tersebut mencakup perlindungan lingkungan dalam konflik bersenjata, apresiasi terhadap alat musik saksofon, serta pendidikan pemrograman bagi perempuan. Masing-masing momentum memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan masyarakat dunia.

Melansir laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan National Today, terdapat sejumlah peringatan yang berlangsung setiap 6 November. Berikut tiga peringatan beserta sejarah dan tujuan yang melatarbelakangi penetapannya.

1. Hari Internasional Pencegahan Eksploitasi Lingkungan dalam Perang

Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata diperingati setiap 6 November. Peringatan ini ditetapkan Majelis Umum PBB pada 5 November 2001 untuk meningkatkan kepedulian terhadap kerusakan lingkungan akibat peperangan.

Penetapan tersebut dilatarbelakangi dampak konflik bersenjata yang tidak hanya menimbulkan korban manusia, tetapi juga merusak lingkungan. Kerusakan tersebut dapat berupa pencemaran sumber air, kehancuran hutan, rusaknya lahan pertanian, hingga hilangnya habitat satwa.

Dampak kerusakan lingkungan akibat peperangan bahkan dapat berlangsung dalam waktu panjang setelah konflik berakhir. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan pangan, sumber air bersih, serta mata pencaharian masyarakat di wilayah terdampak.

Melalui peringatan ini, masyarakat internasional diingatkan mengenai pentingnya perlindungan lingkungan dalam setiap situasi konflik bersenjata. Pemulihan ekosistem juga menjadi bagian penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat setelah peperangan berakhir.

[bacajuga=1;title="Tanggal 5 November Memperingati Hari Apa? Simak Empat Peringatannya";sumber="berita"]

2. Hari Saksofon Nasional

National Saxophone Day atau Hari Saksofon Nasional diperingati setiap 6 November untuk mengenang sejarah perkembangan alat musik saksofon. Peringatan ini berkaitan dengan Adolphe Sax, pembuat alat musik asal Belgia yang menciptakan instrumen tersebut.

Mengutip National Today, Adolphe Sax mulai mengembangkan saksofon pada 1840-an dan memperoleh hak paten pada 1846. Sebelum menciptakan instrumen tersebut, ia telah mempelajari berbagai alat musik, termasuk seruling dan klarinet.

Sax mengembangkan saksofon untuk menghasilkan perpaduan karakter suara alat musik tiup kayu dan logam. Instrumen tersebut dirancang memiliki jangkauan nada luas sehingga dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan pertunjukan musik.

Pada awal perkembangannya, Sax menciptakan sejumlah varian saksofon dengan ukuran serta jangkauan nada berbeda. Desain instrumen tersebut kemudian terus mengalami perubahan setelah masa perlindungan patennya berakhir pada 1866.

Saksofon semakin dikenal luas melalui perkembangan musik jazz pada awal abad ke-20. Karakter suaranya yang khas membuat instrumen tersebut banyak digunakan untuk memainkan melodi, improvisasi, hingga komposisi musik populer.

Saat ini, jenis saksofon yang umum digunakan meliputi soprano, alto, tenor, dan bariton. Peringatan Hari Saksofon Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi instrumen tersebut terhadap perkembangan musik dunia.

3. Hari Belajar Coding Nasional untuk Perempuan

National Ladies Learning Code Day diperingati setiap 6 November untuk mendorong kesempatan perempuan mempelajari pemrograman dan keterampilan digital. Momentum tersebut berkaitan dengan upaya memperluas akses pendidikan teknologi bagi perempuan serta anak perempuan.

Peringatan ini berawal dari inisiatif Ladies Learning Code yang dibentuk pada 2011 untuk mendukung pembelajaran teknologi. Organisasi tersebut bertujuan membantu perempuan memperoleh keterampilan pemrograman sekaligus membuka peluang berkontribusi dalam industri digital.

Seiring perkembangannya, inisiatif Ladies Learning Code tumbuh menjadi Canada Learning Code dengan cakupan peserta lebih luas. Program pembelajaran kemudian melibatkan anak-anak, remaja, perempuan dewasa, hingga tenaga pendidik melalui berbagai kegiatan pendidikan teknologi.

Kegiatan yang diselenggarakan mencakup lokakarya, pelatihan langsung, seminar, serta pengembangan jaringan bagi peserta pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong memahami dasar pemrograman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi.

Peringatan ini juga menyoroti pentingnya mengurangi kesenjangan gender dalam memperoleh kesempatan pendidikan dan pekerjaan di bidang teknologi. Perempuan diharapkan memiliki akses yang setara untuk mengembangkan keterampilan digital sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

Selain perempuan, Canada Learning Code turut memperluas akses pendidikan teknologi bagi berbagai kelompok masyarakat. Kelompok tersebut mencakup komunitas adat, penyandang disabilitas, serta pendatang baru yang membutuhkan kesempatan pembelajaran digital secara inklusif.