RRI.CO.ID, Brussel — Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa Uni Eropa telah berkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA). Koordinasi tersebut berkaitan dengan pelepasan cadangan minyak yang telah disepakati negara-negara anggota Kelompok Tujuh (G7).

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menekan harga energi yang masih menjadi perhatian utama masyarakat dan pelaku usaha di Uni Eropa. Von der Leyen menyampaikan hal tersebut melalui platform media sosial X pada Kamis, 5 November 2026, dilansir dari Anadolu.

[bacajuga=1;title="Uni Eropa Percepat Pelepasan 42,6 Juta Barel Cadangan Minyak";sumber="berita"]

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga energi menjadi persoalan penting yang perlu segera ditangani. Koordinasi tersebut dilakukan bersama Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyusul kesepakatan yang dicapai oleh negara-negara anggota G7.

Pelepasan cadangan minyak diharapkan dapat membantu meredakan tekanan terhadap harga energi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan. Selain itu, Uni Eropa mengambil langkah lain untuk menjaga pasokan energi melalui dialog strategis dengan perusahaan-perusahaan kilang minyak.

[bacajuga=2;title="Uni Eropa Luncurkan Strategi Baru Perkuat Pemberantasan Perdagangan Manusia";sumber="berita"]

Komisi Eropa telah menggelar dialog tersebut pada pekan sebelumnya dengan tujuan mendorong peningkatan produksi minyak. Von der Leyen menilai peningkatan produksi penting dilakukan untuk menghadapi situasi energi saat ini.

Ia menegaskan bahwa Uni Eropa tidak hanya berfokus pada penanganan persoalan energi jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan strategi energi jangka panjang. Menurutnya, masa depan Uni Eropa bergantung pada pengembangan energi bersih yang diproduksi di dalam kawasan.

[bacajuga=3;title="Uni Eropa Setujui Aturan Baru untuk Percepat Pemulangan Migran";sumber="berita"]

Strategi tersebut akan didukung melalui percepatan elektrifikasi dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dan tenaga nuklir. Pengembangan energi bersih dalam negeri diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Uni Eropa.

Langkah tersebut juga bertujuan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap pasokan energi dari luar negeri. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dan membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Von der Leyen menambahkan bahwa Uni Eropa akan mempercepat program elektrifikasi bersama berbagai mitra internasional. Kerja sama tersebut rencananya akan dibahas dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) yang dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki.