RRI.CO.ID, Jakarta - Risiko kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan perlu diantisipasi meski hujan mengguyur sejumlah wilayah. BMKG memprakirakan peluang hujan kembali berkurang pada 8 hingga 10 November 2026 sehingga kewaspadaan petugas perlu terus ditingkatkan.

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, menyebut hujan berpeluang kembali turun di Palembang, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Potensi hujan tersebut diperkirakan muncul pada Senin, 2 November 2026, terutama saat siang hingga menjelang sore hari nanti.

"Hari ini masih ada potensi hujan di Sumatera Selatan, termasuk wilayah Palembang, Banyuasin, dan Musi Banyuasin," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 3 November 2026. Menurutnya, hujan berpeluang turun sekitar pukul 13.00 hingga menjelang sore, sehingga masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca setempat.

Memasuki 3 hingga 4 November, pertumbuhan awan hujan diperkirakan meningkat dibandingkan kondisi cuaca yang terjadi pada 2 November. Meski demikian, peningkatan peluang hujan tersebut diprediksi tidak berlangsung lama dan kembali menurun beberapa hari setelahnya di Sumsel.

"Pada 3 dan 4 November, potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatera Selatan diperkirakan meningkat cukup signifikan," kata Siswanto. Setelah periode tersebut, curah hujan diprakirakan berkurang pada 5 hingga 7 November di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan.

Sejumlah daerah bagian tengah masih berpeluang mengalami pertumbuhan awan hujan, meskipun intensitasnya diperkirakan lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Wilayah tersebut mencakup Muara Enim, Musi Banyuasin, serta sebagian kawasan Musi Rawas Utara yang masih berpotensi diguyur hujan.

[bacajuga=3;title="KLH Terapkan Sistem Pembalikan Air untuk Cegah Karhutla di Kabupaten OKI";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="BAZNAS Hadir Bantu Warga Terdampak Karhutla";sumber="berita"]

[bacajuga=1;title="Bara Api di Lahan Gambut Belum Padam, BNPB Waspadai Karhutla Susulan";sumber="berita"]

Penurunan curah hujan perlu diantisipasi karena kondisi lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Karena itu, pemantauan lapangan tetap penting untuk mendeteksi titik panas sejak dini sebelum api meluas ke kawasan sekitar.

BMKG juga memprakirakan potensi awan hujan kembali berkurang pada 8 hingga 10 November sehingga situasi tersebut perlu diwaspadai. Petugas penanganan karhutla diminta menjaga kesiapsiagaan, terutama ketika kondisi cuaca berangsur kering dan hujan semakin jarang turun.

"Pada 8 hingga 10 November, potensi awan hujan kembali berkurang, sehingga satgas darat dan udara harus meningkatkan kewaspadaan," ujar Siswanto. Patroli udara dan pemantauan lapangan perlu terus dilakukan untuk mendeteksi titik panas sejak dini serta mencegah kebakaran meluas.

Kewaspadaan bersama menjadi penting agar penurunan curah hujan tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan asap kepada petugas setempat di wilayahnya.