RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga ekstrem selama sepekan. Peringatan tersebut berlaku mulai Selasa, 3 November hingga Senin, 9 November 2026, di sejumlah wilayah Indonesia.

Memasuki November 2026, musim hujan mulai berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sesuai pola musim tahunan. Namun, fenomena El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih membatasi peningkatan curah hujan.

"Potensi hujan lebat hingga ekstrem secara lokal tetap perlu diwaspadai masyarakat akibat dinamika atmosfer regional. Kondisi tersebut dapat memicu perubahan cuaca yang perlu diperhatikan selama sepekan ke depan," kata BMKG dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 3 November 2026.

BMKG menjelaskan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Sementara itu, Gelombang Kelvin diperkirakan aktif di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur selama periode tersebut.

Kombinasi fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang. Kondisi ini juga didukung kelembapan udara tinggi, pertemuan angin, serta labilitas atmosfer yang cukup kuat.

"Faktor kelembapan tinggi, konvergensi angin, dan labilitas atmosfer dapat memicu hujan sedang hingga lebat. Hujan tersebut berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang secara lokal di sejumlah daerah," ujar BMKG.

[bacajuga=3;title="Apakah Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah tanpa Hujan? Intip Jawaban BMKG";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Jakarta Hari Ini, Jangan Lupa Bawa Payung";sumber="berita"]

[bacajuga=1;title="BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Ini Daerah Perlu Tingkatkan Kewaspadaan";sumber="berita"]

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama ketika hujan lebat berlangsung dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko genangan air, banjir lokal, hingga longsoran material di kawasan rawan.

BMKG juga mengingatkan potensi sambaran petir dan angin kencang yang dapat menyertai hujan di sejumlah wilayah. Warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon serta menjauhi area terbuka ketika terjadi petir.

"Potensi cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi basah maupun kering tetap perlu diantisipasi masyarakat. Kewaspadaan harus disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan potensi ancaman di masing-masing wilayah," kata BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi lembaga tersebut. Langkah antisipasi sejak awal diharapkan membantu mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat selama musim hujan.