RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kesiapan drainase dan sistem peringatan dini potensi banjir serta tanah longsor selama musim hujan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembersihan saluran air secara rutin hingga pemantauan kondisi tanah menggunakan teknologi sensor.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD DIY, Suharyanto Budi Setyawan, mengatakan pembersihan drainase menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Upaya tersebut untuk mengurangi risiko banjir, khususnya di kawasan perkotaan Yogyakarta.
Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap Jumat dengan membersihkan selokan dan memastikan aliran air tidak tersumbat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran aliran air ketika hujan turun.
"Untuk aliran-aliran seperti yang saya sampaikan tadi, biasanya kita selalu melakukan pembersihan setiap Jumat. Selokan-selokan di Kota Yogyakarta dibersihkan untuk menjaga agar tidak terjadi banjir," kata Suharyanto dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin, 2 November 2026.
[bacajuga=1;title="BNPB Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana";sumber="berita"]
Selain pemeliharaan drainase, BPBD DIY juga mengoptimalkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi tanah longsor. Sistem tersebut terpasang di wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul serta terhubung dengan BPBD DIY.
Suharyanto menjelaskan, sistem EWS bekerja secara real time dengan menggunakan empat jenis sensor. Sensor tersebut mendeteksi pergerakan tanah, kemiringan tanah, kelembapan tanah, dan curah hujan.
"Jadi ada empat sensor yang ada di situ, ada sensor untuk pergerakan tanah, kemiringan, kelembapan, dan curah hujan. Biasanya kalau ada sinyal bahwa tanah itu mengalami pergerakan atau kelembapannya melebihi ambang batas, maka akan memberi sinyal area tersebut berbahaya," ujarnya.
Apabila sensor mendeteksi kondisi yang berpotensi memicu longsor, sistem akan mengirimkan sinyal kepada BPBD. Petugas kemudian dapat mengaktifkan sirene sebagai peringatan bagi masyarakat agar segera bersiap melakukan evakuasi.
[bacajuga=2;title="BNPB Tetapkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan";sumber="berita"]
BPBD DIY juga telah menyediakan jalur evakuasi dan lokasi berkumpul bagi masyarakat di wilayah rawan bencana. Informasi tersebut disampaikan melalui sosialisasi yang dilakukan sejak pemasangan sistem peringatan dini.
Suharyanto mengatakan, sosialisasi tidak hanya mengenalkan fungsi EWS, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai langkah penyelamatan apabila terjadi potensi tanah longsor. Masyarakat diingatkan agar tetap waspada dan tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi.
"Kita sudah melakukan sosialisasi mengenai bagaimana langkah-langkah seandainya akan terjadi longsor. Kita tegaskan bahwa masyarakat juga jangan bergantung seratus persen kepada alat, karena alat itu hanya sebagai alat bantu," ucap Suharyanto.
Melalui pemeliharaan drainase, pengoperasian sistem peringatan dini, serta sosialisasi jalur evakuasi, Ia berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. “Kami di BPBD DIY juga memiliki yang namanya tim reaksi cepat, saat ini juga sudah mulai mengecek peralatan-peralatannya apabila Yogya sudah mendung-mendung,” katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.