RRI.CO.ID, Kota Bandung- Polda Jawa Barat (Jabar) mendorong orang tua melakukan pengawasan secara proporsional terhadap aktivitas anak di dunia maya. Upaya tersebut penting sebagai deteksi dini terhadap paparan paham ekstrimisme pada anak.

Menurut Kapolda Jabar, Irjen Pol Hengki mengatakan, perkembangan dunia informasi ibarat dua sisi mata pisau. Yakni memudahkan akses ilmu sekaligus membuka celah masuknya propaganda intoleransi, kebencian, dan ajakan kekerasan di ruang digital.

Pihaknya juga menegaskan bahwa perlindungan anak dari paparan paham ekstremisme bukan semata tanggung jawab kepolisian. Melainkan tugas bersama yang harus dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga dan sekolah.

"Di sinilah kami melihat pentingnya deteksi dini, pengawasan aktivitas dunia maya secara proporsional.Serta membangun komunikasi terbuka antara anak, orang tua, dan pendidik," katanya, dalam keterangan persnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Selain ancaman ekstrimisme, Kapolda juga menyoroti berbagai kejahatan modern yang mengancam masa depan remaja. Seperti penyalahgunaan obat keras ilegal, judi daring, pinjaman daring, hingga eksploitasi anak di ruang siber.

Ia mengajak para pelajar menerapkan tiga pilar utama yaitu, bijak bermedia sosial, berani melapor kepada orang dewasa terpercaya saat menghadapi tekanan. Serta menjunjung tinggi toleransi dan berpikir kritis dalam menyikapi perbedaan.

Sebagai langkah konkret, Polda Jabar meluncurkan program Polisi Peduli Pendidikan. Di mana personel kepolisian akan diterjunkan langsung sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin.

Program ini akan menjangkau 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat untuk memberikan edukasi berkelanjutan. Yakni mengenai bahaya narkoba, perundungan, kenakalan remaja, serta wawasan kebangsaan.

Langkah ini didukung kolaborasi lintas sektoral bersama Densus 88 AT, dinas terkait, pemanfaatan sarana keagamaan, hingga peluncuran media edukasi interaktif guna memperkokoh mental dan karakter anak.

"Polda Jabar optimis dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan tangguh menjaga keutuhan bangsa demi terwujudnya visi “Jabar Aman”. Maka dari itu kita lakukan penguatan ketahanan keluarga, ciptakan lingkungan sekolah yang aman,serta sinergi kokoh antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat," ujarnya.