RRI.CO.ID, Jakarta — Air di sebuah danau di Dominika terus bergolak meski tidak dipanaskan menggunakan api. Fenomena unik ini terjadi di Boiling Lake, salah satu danau mendidih terbesar di dunia.
Boiling Lake terletak di Taman Nasional Morne Trois Pitons, Dominika, Kepulauan Karibia. Fenomena ini telah menarik perhatian sejak abad ke-19, dan keberadaannya tercatat pada 1875 oleh Edmund Watt dan Henry Alford Nicholls.
Menurut University of the West Indies Seismic Research Centre, air danau yang terus bergolak disebabkan oleh panas dari aktivitas vulkanik di bawah tanah. Panas tersebut menghasilkan uap yang naik ke permukaan.
[bacajuga=1;title="Ada Rawa di tengah Kampus, Begini Uniknya Cypress Lake di Louisiana";sumber="berita"]
Panas dari dalam bumi membuat air di sekitar danau mengalami peningkatan suhu. Air yang panas menghasilkan gelembung uap dan gas yang naik melalui celah bebatuan.
Gelembung tersebut kemudian membuat permukaan danau terus bergerak seperti air yang sedang direbus. Fenomena ini membuat danau tampak mendidih tanpa pemanasan dari api luar.
Kementerian Pariwisata Dominika mencatat suhu air di tepi danau pernah mencapai 82 hingga 92 derajat Celsius. Namun, suhu bagian tengah yang paling aktif belum berhasil diukur dalam pengamatan awal.
Selain bergolak, permukaan air danau juga dapat berubah secara drastis. University of the West Indies Seismic Research Centre menjelaskan bahwa permukaan airnya pernah turun akibat berkurangnya gelembung gas.
Perubahan tersebut berkaitan dengan aliran gas dari bawah tanah menuju danau. Jika alirannya terganggu, jumlah gelembung yang muncul dan kondisi air danau dapat berubah.
[bacajuga=2;title="Mengapa Azerbaijan Dijuluki Negeri Api?";sumber="berita"]
Karena berada di kawasan vulkanik aktif, Boiling Lake tidak aman untuk direnangi atau disentuh. Jalur menuju danau juga cukup menantang, sehingga pengunjung perlu memperhatikan keselamatan selama perjalanan.
Keunikan danau ini menjadi salah satu alasan Dominika dikenal sebagai Nature Island of the Caribbean. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana panas dari dalam bumi membentuk keunikan alam. (Rahmania Ulfah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.