RRI.CO.ID, Jakarta - Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Insiden ini terjadi saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, 4 November 2026.
Helikopter tersebut merupakan bagian dari satuan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Mengutip Airforce Technology, Mi-17V5 diproduksi Kazan Helicopters, anak perusahaan Russian Helicopters.
Helikopter ini mampu mengangkut hingga 36 prajurit bersenjata lengkap. Kapasitas kargonya mencapai 4.000 kilogram untuk pengangkutan internal dan 5.000 kilogram menggunakan sling eksternal.
[bacajuga=3;title="Kecelakaan Helikopter Pemadam Karhutla, Kemenhub Sampaikan Belasungkawa";sumber="berita"]
Dalam misi evakuasi medis, helikopter tersebut dapat membawa hingga 12 tandu dan tiga tenaga medis. Mi-17V5 dilengkapi empat titik pemasangan persenjataan atau hardpoints.
Sistem ini kompatibel dengan roket B-8V20 kaliber 80 milimeter dan polong senapan mesin PKT. Dari sisi perlindungan, helikopter ini memiliki lapisan pelindung kokpit dan sistem penangkal inframerah.
Kemampuan terbangnya didukung dua mesin Klimov TV3-117VM untuk menghasilkan performa optimal. Hal ini termasuk pada kondisi ketinggian dan suhu panas.
[bacajuga=1;title="Petugas Gabungan Lanjutkan Evakuasi Kru Helikopter Mi-17 di Seruyan";sumber="berita"]
Adapun, Mi-17V5 memiliki jangkauan terbang hingga 650 kilometer dengan tangki internal. Jangkauannya dapat mencapai 1.000 kilometer dengan tangki tambahan.
Helikopter ini juga dapat mencapai kecepatan maksimum 250 kilometer per jam. Selain itu, Mi-17V5 dilengkapi kokpit kaca modern, kompatibilitas perangkat penglihatan malam (NVG), dan autopilot empat sumbu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.