RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membenahi fasilitas pompa air bawah tanah Bribin II di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian, terutama ketika musim kemarau melanda.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pasokan air untuk pertanian perlu mendapat perhatian agar petani tetap bisa berproduksi. Menurutnya, kondisi cuaca kering tidak seharusnya menghambat kegiatan pertanian masyarakat.
"Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun. Meskipun dalam kondisi kekeringan," kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU pada Sabtu, 8 November 2026.
[bacajuga=1;title="Daging 3D Jadi Inovasi Pangan, Kementan Tetap Prioritaskan Pangan Alami";sumber="berita"]
Fasilitas pompa Bribin II sudah tidak berfungsi sejak 2017 setelah mengalami kerusakan akibat Badai Cempaka. Kini, pemerintah berupaya mengaktifkan kembali fasilitas tersebut setelah hampir sembilan tahun berhenti beroperasi.
Pengerjaan perbaikan dimulai BBWS Serayu Opak pada 1 September 2026. Proses rehabilitasi tersebut dijadwalkan rampung pada 30 November 2026.
[bacajuga=2;title="KemenEKRAF Tampilkan 12 Jenama Lokal lewat IDE.IND Cirebon";sumber="berita"]
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBWS Serayu Opak, Parlinggoman Simanungkalit, menjelaskan bahwa pemeriksaan pompa menjadi bagian penting sebelum fasilitas digunakan kembali. Tahapan ini diperlukan untuk mengetahui kemampuan peralatan sekaligus kondisi jaringan pendukungnya.
"Hasil pengujian menjadi bagian dari dasar evaluasi teknis. Untuk memastikan sistem Bribin II dapat berfungsi secara aman dan optimal," ujar Parlinggoman.
Salah satu pemeriksaan dilakukan melalui pumping test pada 28 September 2026. Petugas juga memeriksa saluran distribusi dan membenahi bagian pipa yang tertanam di bawah tanah.
Berbeda dengan sumber air permukaan, Bribin II mengambil pasokan dari aliran air di dalam gua bawah tanah kawasan karst. Air tersebut kemudian dinaikkan menggunakan pompa agar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.
[bacajuga=3;title="Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik per Hari";sumber="berita"]
Wilayah Gunungkidul memiliki bentang alam karst yang menyebabkan sebagian daerah sulit mendapatkan air dari permukaan. Dengan berfungsinya kembali Bribin II, pasokan air diharapkan lebih terjaga dan kebutuhan pengairan pertanian dapat terbantu selama musim kemarau.
(Reporter: Nadya Syifa Syauqiyah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.