RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat di penutupan sesi perdagangan Kamis, 5 November 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 5030,26 atau naik 110,49 poin (2,25 persen).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di level 5072,05.
Mayoritas saham mengalami penguatan. Tercatat sebanyak 440 saham menguat, sementara 178 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai 9,685 triliun. Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 22,214 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 1,311,930 kali transaksi.
Bursa saham regional Asia menguat seiring membaiknya sentimen pasar setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Kemenangan tersebut meningkatkan harapan berakhirnya konflik Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong penurunan tajam harga minyak dunia.
[bacajuga=1;title="IHSG Menguat 1,96 Persen, Ditopang Sentimen Global dan Domestik";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Tekanan Dolar Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Tajam Hari Ini";sumber="berita"]
Kemenangan Demokrat berpotensi membatasi pendanaan militer untuk operasi Timur Tengah melalui Kongres, sementara Chuck Schumer mendorong pengakhiran konflik. Presiden Donald Trump mengakui kekalahan Partai Republik dipengaruhi perang dan harga bensin, serta belum merencanakan peningkatan serangan terhadap Iran.
Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi global, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Dari dalam negeri, investor turut mencermati langkah regulator pasar modal yang mengumumkan sanksi baru terhadap dugaan pelanggaran perdagangan saham.
Langkah tersebut menjadi bagian reformasi pasar modal setelah MSCI memberikan peringatan mengenai kemungkinan penurunan peringkat pasar Indonesia. Sentimen domestik juga mendapat dukungan setelah Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 5,29 persen, sehingga memperkuat optimisme terhadap perekonomian nasional. Capaian ini diharapkan meredam risiko keluarnya modal asing, menjaga stabilitas Rupiah, serta mendukung pendapatan negara dan keberlanjutan belanja strategis pemerintah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.