RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan Rabu 4 November 2026, meski belum menembus level 5.000an. Indeks berada di level 4.919, atau naik 0,32 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Hampir sepanjang sesi perdagangan IHSG bergerak di zona negatif, tetapi kemudian berbalik arah (rebound) menjelang penutupan. Kenaikan tersebut berkat kontribusi sektor basic materials, keuangan dan nonsiklikal.
Volume perdagangan sebanyak 26,6 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp10,7 triliun, serta frekuensi perdagangan 1,2 juta kali transaksi. Sebanyak 439 saham mengalami penurunan, sementara 190 saham naik dan 88 tidak bergerak.
[bacajuga=1;title="Harga Minyak Dunia Turun, Rupiah Kembali Menguat Pagi Ini";sumber="berita"]
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai hasil pemilu midterm Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor menguatnya IHSG. Pada pemilu paruh waktu tersebut, Partai Demokrat berhasil menguasai kendali penuh atas dua majelis tertinggi Kongres.
“Kemenangan Partai Demokrat direspons positif oleh investor karena harapan akan perubahan terhadap ekonomi global,” katanya. “Terutama yang terkait kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga, nilai tukar dolar AS, serta hubungan geopolitik.”
Harga emas menguat lebih dari 2 persen di atas level Rp4,000/USD, didukung oleh melemahnya dolar AS dan turunnya yield US-Treasury. Meskipun demikian, rupiah ditutup melemah 0.04 persen pada level Rp18,168/USD.
Sementara itu, secara teknikal diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada perdagangan Kamis, 5 November 2026. “IHSG akan bergerak pada kisaran 4,800-5,000,” kata Tim Phintraco.
Namun, ketidakpastian politik dalam negeri saat ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan premi risiko investasi Indonesia. Ini sekaligus mendorong para pelaku pasar untuk mengambil sikap yang lebih defensif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.