RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Jepang membahas peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang. Kerja sama tersebut mencakup perluasan akses informasi program studi berbahasa Inggris hingga pengembangan gelar bersama.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perluasan kesempatan belajar bagi mahasiswa Indonesia. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas akademik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dilansir dari laman Kemdiktisaintek, Selasa, 3 November 2026, kerja sama mencakup penyediaan informasi program studi berbahasa Inggris di universitas Jepang. Informasi tersebut membantu mahasiswa Indonesia mengenali pilihan pendidikan tinggi di Jepang.

Indonesia dan Jepang juga membuka peluang pengembangan program joint degree atau gelar bersama. Program ini memungkinkan perguruan tinggi kedua negara memperluas kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

[bacajuga=1;title="KBRI Tokyo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Jepang di Kyushu";sumber="berita"]

Selain itu, kedua negara membahas peluang pengembangan program doktoral di universitas Jepang. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kompetensi peneliti Indonesia.

Brian menilai peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang memerlukan perencanaan yang matang. Pembahasan lebih lanjut mencakup skema pendanaan dan mekanisme pelaksanaan program tersebut.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, menyambut baik peluang penguatan kemitraan pendidikan kedua negara. Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan akademisi untuk berkolaborasi.

Dalam bidang riset, Indonesia dan Jepang telah mengadopsi 26 proyek melalui program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS). Program tersebut mendukung penelitian bersama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi Indonesia dan Jepang juga mencakup peluang penelitian di bidang sumber daya mineral. Pengembangan kerja sama tersebut melibatkan mitra Jepang untuk memperkuat kapasitas riset kedua negara.

[bacajuga=2;title="Indonesia-Jepang Kembangkan Teknologi Persinyalan MRT Jakarta";sumber="berita"]

Selain pendidikan dan penelitian, kedua negara turut membuka peluang pengembangan teknologi bersama. Perguruan tinggi dan lembaga riset dapat bekerja sama dengan mitra industri dalam pengembangan teknologi.

Kemdiktisaintek sebelumnya telah membahas kolaborasi teknologi bersama Technology and Innovation Strategy Center (TSC) dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Penguatan kemitraan Indonesia-Jepang diharapkan memperluas mobilitas mahasiswa dan akademisi melalui program pendidikan kolaboratif. Kerja sama riset dan teknologi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional. (Reporter: Davina Keisha Salsabila)