RRI.CO.ID, Jakarta - Japanese Film Festival (JFF) 2026 meningkatkan kapasitas pemutaran hingga 30 persen, menyusul tingginya antusiasme penonton terhadap film Jepang. Peningkatan tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan masyarakat menikmati beragam karya perfilman Jepang di sembilan kota Indonesia.
Memasuki satu dekade penyelenggaraan, JFF 2026 digelar mulai 12 November di sembilan kota Indonesia. Sebanyak 13 film Jepang dari beragam genre dihadirkan untuk memperluas pilihan tontonan masyarakat.
Director General The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi mengatakan, JFF hadir untuk memperkenalkan film-film Jepang terbaru yang sebelumnya sulit diakses masyarakat Indonesia. Festival tersebut menjadi jembatan bagi penonton untuk mengenal perkembangan perfilman Jepang lebih luas.
“Sepuluh tahun lalu, kesempatan untuk menyaksikan atau menonton film Jepang terbaru sangat langka ditemukan di Indonesia. Karena itu, JFF hadir untuk memperkenalkan film-film Jepang terbaru kepada masyarakat,” Inami saat konferensi pers Pembukaan JFF 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 6 November 2026.
[bacajuga=1;title="Kemenekraf Dorong JFFE jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah";sumber="berita"]
Selama satu dekade, Inami menjelaskan, JFF menjadi wadah pengenalan perfilman Jepang sekaligus mempererat hubungan antar komunitas penggemar. Festival ini juga membuka ruang pertemuan bagi pencinta film Jepang di Indonesia.
“Okupansi JFF tahun lalu melampaui 90 persen di seluruh kota penyelenggaraan. Karena tingginya antusiasme penonton, kapasitas pemutaran tahun ini kami tingkatkan hingga 30 persen,” katanya.
Inami menegaskan JFF memperluas wawasan masyarakat terhadap perfilman Jepang yang tidak hanya didominasi animasi dan manga. Penerimaan penonton terhadap film bertema sosial juga semakin berkembang, menunjukkan keberagaman sinema Jepang mulai mendapat perhatian.
[bacajuga=2;title="JFF-2025 Ekspansi Besar-besaran, Targetkan Penonton yang Lebih Luas";sumber="berita"]
“JFF menghadirkan film Jepang di luar animasi untuk memperkenalkan kehidupan dan perkembangan masyarakat Jepang. Melalui festival ini, kami ingin memperluas wawasan perfilman Jepang bagi masyarakat Indonesia,” ujar Inami.
Sementara, Senior Program Officer Divisi Budaya The Japan Foundation Jakarta, Puput Setia Susanti mengatakan, penambahan layar dilakukan untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat terhadap pemutaran film Jepang. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses penonton menikmati seluruh film yang dihadirkan JFF 2026.
“Karena tahun lalu okupansinya lebih dari 90 persen di semua kota. Bahkan, pihak CGV juga meminta agar jumlah pemutaran film bisa diperbanyak,” kata Puput.
Puput mengungkapkan, penambahan layar terbesar dilakukan di Yogyakarta, meningkat dari enam menjadi 12 layar untuk mengakomodasi antusiasme penonton. Sementara Balikpapan, Padang, dan Medan mendapat tambahan layar, disertai perpanjangan jadwal pemutaran.
“Penambahan layar terbesar dilakukan di Yogyakarta, dari enam menjadi 12 layar. Balikpapan, Padang, dan Medan juga mendapat tambahan layar serta jadwal pemutaran,” ujar Puput menegaskan.
Content Acquisition and Distribution Head CGV Cinemas Indonesia, Adi Sesanandra mengatakan, JFF menjadi festival yang dinantikan karena menghadirkan film-film Jepang yang jarang tersedia di bioskop reguler. Kehadiran festival tersebut memberikan kesempatan bagi penonton menikmati karya sinema Jepang yang sulit ditemukan.
“JFF menghadirkan film-film Jepang yang sulit ditemukan di bioskop reguler. Festival ini membuka kesempatan masyarakat Indonesia menikmati karya sinema Jepang yang beragam,” kata Adi.
Diketahui, JFF 2026 menghadirkan 13 film Jepang dalam empat kategori, mencakup beragam genre mulai drama hingga aksi. Film Tokyo Taxi dipilih sebagai pembuka festival yang berlangsung di sembilan kota Indonesia.
JFF 2026 menghadirkan sejumlah film unggulan, termasuk Hula Girls, Throne of Blood, serta Love Letter versi 4K. Khusus Love Letter, penyelenggara membatasi pemutarannya hanya di lima kota Indonesia.
Penyelenggaraan JFF 2026 mencakup Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Yogyakarta, Medan, Palembang, Bandung, dan Padang. Masyarakat juga dapat menikmati film Jepang melalui JFF Theater yang menyediakan layanan pemutaran secara daring.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.