RRI.CO.ID, Paris - Produk fesyen dan kriya Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar 540.539 euro (Rp10,95 miliar) dalam Première Classe Paris Fashion Week Spring/Summer 2027. Atase Perdagangan (Atdag) Republik Indonesia (RI) Paris akan memfasilitasi tindak lanjut potensi tersebut, salah satunya melalui intensifikasi komunikasi dengan buyer.
Paviliun Indonesia mencatatkan 67 pesanan dan 85 kerja sama bisnis potensial dari buyer mancanegara selama pameran. Kegiatan tersebut berlangsung pada 2-5 Oktober 2026 di Jardin des Tuileries, Paris, Prancis.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menekankan pentingnya menindaklanjuti potensi transaksi dari rangkaian Paris Fashion Week. Menurutnya, langkah tersebut menjadi momentum strategis untuk mendorong kinerja ekspor produk fesyen dan kriya Indonesia melalui ajang internasional.
“Langkah Atase Perdagangan RI Paris menindaklanjuti potensi transaksi dari Première Classe Paris Fashion Week S/S 2027 menjadi salah satu upaya strategis. Untuk memperluas akses pasar ekspor produk fesyen dan kriya nasional,” ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Sementara itu, Atdag RI Paris, Harry Putranto, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti perkembangan pesanan dan prospek bisnis kelima jenama peserta. Langkah tersebut bertujuan memastikan potensi transaksi selama pameran berkembang menjadi realisasi ekspor dan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Harry juga mengingatkan pelaku usaha fesyen Indonesia agar memperkuat kesiapan produksi dan kapasitas pembiayaan untuk memenuhi pesanan pasar internasional. Pemahaman terhadap karakteristik pasar Eropa diperlukan untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer.
“Pelaku usaha perlu memperkuat kesiapan produksi dan kapasitas pembiayaan agar mampu memenuhi pesanan dari pasar internasional. Pemahaman terhadap hal-hal yang menjadi karakteristik pasar Eropa juga penting untuk dipelajari agar dapat menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer,” ujar Harry.
[bacajuga=1;title="Ekspor IKM Fesyen dan Kriya Capai Rp3,35 Miliar pada Januari-September 2026";sumber="berita"]
Paviliun Indonesia menghadirkan lima jenama fesyen dan kriya melalui Program Talent Indonesia. Kelimanya adalah Saturdays, Tobatenun, meLOOKme, New Matter, dan Views by Vielga.
Pemilik jenama Toba Tenun, Kerri Na, mengapresiasi dukungan Kemendag, KBRI Paris, dan lembaga terkait selama pameran berlangsung. Ia berharap perkembangan pemesanan produk-produknya terus dipantau hingga menghasilkan transaksi yang disepakati bersama pembeli.
“Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Kami berharap perkembangan pemesanan atas produk-produk kami dapat terus dipantau hingga terjadi transaksi yang disepakati bersama buyer,” ujar Kerri.
Berdasarkan data perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan Prancis mencapai 3 miliar dolar Amerika Serikat pada Januari-Agustus 2026. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar 568,7 juta dolar Amerika Serikat dan impor sebesar 2,43 miliar dolar Amerika Serikat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.