RRI.CO.ID, Jakarta - Longsor yang melanda Desa Taman Ayu, Lumajang menyebabkan dua korban meninggal dunia. Longsor terjadi pada Sabtu, 31 Oktober dini hari.
“Hujan mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang sejak Jumat 30 Oktober. Lalu hingga dini hari hujan masih berlangsung ini diduga memicu terjadinya longsor,” kata Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang, Rosid, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Minggu, 1 November 2026.
[bacajuga=1;title="Mendagri: Banjir Susulan dan Longsor Hambat Pemulihan Pascabencana Sumatra";sumber="berita"]
BPBD Lumajang menerima informasi kejadian tersebut pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB. Sekitar pukul 04.30 WIB, terdengar teriakan yang mengindikasikan adanya warga terdampak longsor.
“Seorang ayah dan anaknya Imron Rosadi diketahui menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Pasca kejadian, warga bersama petugas melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor,” katanya.
Adapun, penanganan lanjutan yang direncanakan meliputi pembuatan jalur aliran air hujan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengarahkan aliran air sehingga tidak kembali memicu persoalan pada area terdampak.
[bacajuga=2;title="PU Pulihkan Jalan Longsor dan Salurkan 8.000 Liter Air Bersih di Pesisir Selatan";sumber="berita"]
Di sisi lain, upaya mitigasi bencana di kawasan aliran Gunung Semeru juga didukung keberadaan kamera pengawas dan sirene peringatan dini. Sirene tersebut menjadi penanda bagi para penambang untuk segera menjauh dari lokasi.
“Apabila terdengar peringatan, dengan jarak aman sekitar lima kilometer. Keberadaan sistem peringatan dini tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.