RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperluas kerja sama pertanian Indonesia dengan Tiongkok. Kemitraan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing komoditas pertanian nasional.

Mengutip laman Kementerian Pertanian (Kementan) pada Kamis, 5 November 2026, Amran bertemu Menteri Pertanian Tiongkok, Zhang Zhu di Beijing. Pertemuan itu menyoroti peluang meningkatkan produksi dalam negeri dan memperluas perdagangan kedua negara.

“Untuk komoditas yang kita butuhkan seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,” kata Amran, dikutip dari laman Kementan

Salah satu komoditas yang dibidik dalam pertemuan tersebut adalah bawang putih. Pasalnya, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia masih diimpor dari Tiongkok.

[bacajuga=1;title="DEN Dorong Penguatan Cadangan Penyangga Energi lewat Penyimpanan Minyak Mentah";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="MBG Bukan Cuma Soal Makan Gratis, BGN Ingin Petani dan Peternak Ikut Sejahtera";sumber="berita"]

Amran ingin kerja sama pertanian Indonesia-Tiongkok membantu meningkatkan produksi bawang putih di dalam negeri. Hal ini mencakup penyediaan benih, teknologi budidaya, alat pertanian, hingga pembangunan klaster produksi.

Selain bawang putih, Amran turut menawarkan pengembangan komoditas unggulan Indonesia kepada Tiongkok. Komoditas tersebut meliputi kelapa, kopi, dan durian yang berpeluang memperluas pasar ekspor.

Pemerintah juga menawarkan peluang investasi bagi perusahaan Tiongkok untuk membangun industri pengolahan di Indonesia. Sektor yang ditawarkan mencakup industri kelapa, rumput laut, serta produksi vaksin untuk pertanian.

Kerja sama kedua negara juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan pertanian. Amran mendorong kolaborasi dalam mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan teknologi modern lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Zhang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Tiongkok siap membahas teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budidaya yang bisa dikerjasamakan.

“Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan," ujar Zhang.

Tiongkok juga mengusulkan pembentukan kelompok kerja untuk membahas pengembangan sejumlah komoditas unggulan Indonesia. Pembahasan tersebut mencakup kopi, kakao, dan kelapa sawit.

Selain itu, Tiongkok menawarkan kerja sama penelitian melalui penggunaan drone tanpa awak, robot pertanian, dan teknologi AI. Pemerintah Tiongkok juga siap mengirim delegasi perusahaan untuk melihat peluang investasi di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Amran turut mengusulkan kerja sama perdagangan produk susu dan penelitian gandum. Kebutuhan susu Indonesia mencapai sekitar empat juta ton per tahun, sementara pemenuhan gandum masih bergantung pada impor.

Kerjasama Indonesia-Tiongkok diharapkan dapat meningkatkan produksi, memperluas perdagangan, dan membuka investasi di sektor pertanian Indonesia. Langkah ini juga membuka peluang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. (Reporter: Nikita Yunistia Maryam)