RRI.CO.ID, Islamabad — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya terus berupaya memulihkan perdamaian Timur Tengah (Timteng) di tengah meningkatnya harga minyak global. Pernyataan tersebut disampaikan Sharif dalam rapat kabinet di Islamabad pada Rabu, 4 November 2026, dilansir dari Anadolu.

Ia menggambarkan sejumlah pertemuan diplomatik terbaru dengan Iran dan negara-negara kawasan sebagai kegiatan yang sangat produktif. Sharif menegaskan Pakistan berkomitmen memainkan peran dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Upaya tersebut dilakukan melalui hubungan diplomatik dengan Teheran serta kerja sama dalam pakta pertahanan Mekkah. Ia menyebut pertemuan yang melibatkan pejabat Pakistan, Iran, Arab Saudi, dan Turki di Teheran berlangsung positif.

[bacajuga=1;title="Pakistan Tegaskan Dukungan bagi Kashmir, Desak Penghentian Pelanggaran HAM";sumber="berita"]

Keempat pihak membahas berbagai langkah untuk mengurangi ketegangan di kawasan. Dalam pertemuan tersebut, para pejabat juga membicarakan pakta pertahanan trilateral Mekkah yang melibatkan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Ketiga negara menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah pada 7 Agustus dalam pertemuan tingkat tinggi di Mekkah. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat keamanan kolektif, meningkatkan kerja sama pertahanan, serta mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun dunia.

[bacajuga=2;title="Pakistan Desak AS-Iran Patuhi Kesepakatan Perdamaian di tengah Ketegangan Teluk";sumber="berita"]

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bertemu dengan Duta Besar Iran Reza Amiri Moghadam pada Rabu. Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral kedua negara, kepentingan bersama, serta perkembangan situasi regional.

Dar menegaskan komitmen Pakistan untuk memperkuat hubungan erat dan persaudaraan dengan Iran. Ia juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

[bacajuga=3;title="Iran, Arab Saudi, dan Pakistan Bahas Ketegangan di Timteng";sumber="berita"]

Pakistan sebelumnya turut berperan dalam upaya meredakan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Pakistan membantu mengamankan kesepakatan gencatan senjata pada 8 April.

Islamabad kemudian menjadi tuan rumah perundingan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama lebih dari 20 jam. Setelah berminggu-minggu melakukan mediasi, Pakistan dan Qatar membantu mengamankan nota kesepahaman Islamabad yang ditandatangani pada 18 Juni.

Kesepakatan tersebut menetapkan kerangka kerja dan jangka waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan penyelesaian jangka panjang. Namun, kedua pihak kemudian kembali melancarkan serangan balasan sehingga ketegangan di kawasan masih berlangsung.