RRI.CO.ID, Taiz —Kota Taiz, Yaman, mulai mengalami kekurangan kebutuhan pokok akibat keterbatasan akses di tengah konflik yang terus berlangsung. Peringatan tersebut disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu, 3 November 2026, dilansir dari Xinhua.

Truk-truk pengangkut tepung dan bahan pangan pokok yang menjadi pasokan utama pasar di Taiz terpaksa kembali ke wilayah Al-Farsha. Kendaraan tersebut kini terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Kondisi tersebut mengganggu distribusi bahan pangan dan menyebabkan harga kebutuhan pokok di kota itu meningkat hingga lima kali lipat. Selain pasokan pangan, pengangkutan sampah juga terhenti karena truk tidak dapat mencapai tempat pembuangan.

[bacajuga=1;title="Penumpukan Sampah Picu 5.025 Kasus Penyakit di Taiz, Yaman";sumber="berita"]

Akibatnya, tumpukan sampah semakin banyak di berbagai wilayah kota dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit. OCHA mencatat hampir 310.000 orang telah mengungsi sejak eskalasi konflik terbaru pada awal Agustus.

Meski demikian, para mitra kemanusiaan terus berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di berbagai wilayah Yaman. Sejak Agustus, hampir 190.000 orang telah menerima bantuan pangan dan hampir 140.000 orang memperoleh bantuan tunai darurat.

[bacajuga=2;title="PBB: Penutupan Akses Taiz di Yaman Hambat Bantuan Kemanusiaan";sumber="berita"]

Di sektor kesehatan, lebih dari 9.000 pengungsi telah dijangkau melalui 60 tim medis bergerak dan pos layanan kesehatan. Selain itu, sebanyak 72 rumah sakit telah menerima dukungan.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan hampir 5.400 keluarga pengungsi baru telah terdaftar untuk menerima bantuan tunai kemanusiaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.200 keluarga telah menerima bantuan.

UNHCR juga memberikan bantuan tunai untuk tempat tinggal kepada lebih dari 2.100 keluarga di Aden, Abyan, dan Lahj. Sementara itu, sebanyak 3.000 paket bantuan lainnya sedang dalam perjalanan menuju Aden.

[bacajuga=3;title="PBB Desak Pembukaan Akses Bantuan ke Kota Taiz, Yaman";sumber="berita"]

Kebutuhan tempat tinggal masih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat terdampak konflik. Sekitar 37.000 keluarga masih menunggu bantuan tempat tinggal, sedangkan 32.000 keluarga lainnya membutuhkan perlengkapan rumah tangga dasar.

Sejak awal Agustus, sebanyak 28 lokasi pengungsian telah dibuka atau dibuka kembali dan kini menampung lebih dari 20.000 orang. OCHA kembali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan.