RRI.CO.ID, Jakarta - Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional mencapai Rp86.900 per kilogram (kg) pada Rabu, 4 November 2026. Sementara, harga telur ayam ras tercatat sebesar Rp28.000 per kg per hari ini.
"Bawang merah dijual dengan harga Rp36.500 per kg. Sedangkan bawang putih mencapai Rp37.300 per kg," kata laporan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) hingga pukul 10.30 WIB, Rabu, 4 November 2026.
[bacajuga=1;title="Warriors Tundukkan Suns, Curry Jadi Bintang Lapangan";sumber="berita"]
Untuk komoditas beras, PIHPS mengatakan, kualitas bawah I tercatat Rp15.100 per kg dan kualitas bawah II sebesar Rp14.650 per kg. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp16.400 per kg, sementara medium II mencapai Rp16.050 per kg.
Beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kg dan super II sebesar Rp16.950 per kg. Perbedaan harga tersebut, menunjukkan variasi harga beras berdasarkan kategori kualitas yang dicatat PIHPS.
"Pada kelompok cabai, harga cabai merah besar mencapai Rp63.650 per kg. Cabai merah keriting tercatat Rp83.050 per kg, sedangkan cabai rawit hijau berada di angka Rp62.850 per kg," ucap PIHPS.
[bacajuga=2;title="Harga Cabai Naik, Ekonomi Prediksi Inflasi Pangan Tembus 6 Persen pada Desember";sumber="berita"]
Untuk komoditas daging, PIHPS melaporkan, harga daging ayam ras segar tercatat Rp38.100 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp149.250 per kg dan kualitas II sebesar Rp137.950 per kg.
"Harga gula pasir premium tercatat Rp20.550 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual Rp19.550 per kg. Adapun minyak goreng curah mencapai Rp19.800 per liter," ujar PIHPS.
Teruntuk minyak goreng kemasan bermerek, kualitas I tercatat Rp24.200 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek II berada di angka Rp23.650 per liter.
[bacajuga=3;title="Jangkau 58 Juta Orang, BGN Tegaskan Keamanan Pangan MBG Jadi Prioritas";sumber="berita"]
Data PIHPS tersebut merupakan gambaran harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional pada waktu pencatatan. Harga di masing-masing daerah dapat berbeda mengikuti kondisi pasar dan distribusi komoditas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.