RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mengerahkan 9.355 tenaga kesehatan untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan ribuan tenaga kesehatan tersebut telah disebar ke tujuh provinsi terdampak. Pemerintah juga menyiapkan 814 rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
"Yang menjadi perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen yang tersedia. Melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan," ujar Widyawati dikutip dari laman Badan Komunikasi Pemerintah pada Kamis, 5 November 2026.
Ia menjelaskan, ketersediaan oksigen juga perlu dipastikan dapat menjangkau pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi per 3 November 2026, Kalimantan Timur mendapat 5.525 tenaga kesehatan.
Kemudian, Jambi mendapat 2.589 tenaga kesehatan, Kalimantan Tengah 487 orang, dan Sumatera Selatan 382 orang. Sisanya tersebar di Riau sebanyak 209 orang, Kalimantan Barat 121 orang, dan Kalimantan Selatan 42 orang.
[bacajuga=1;title="Ombudsman Soroti Lemahnya Kanal Informasi dan Pengaduan Karhutla";sumber="berita"]
Widyawati mengatakan, tenaga kesehatan yang dikerahkan berasal dari berbagai bidang untuk mendukung penanganan di lapangan. Mereka terdiri dari dokter, bidan, apoteker, ahli gizi, hingga pengemudi ambulans.
"Dan ini menunjukkan penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan tenaga medis. Tetapi juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan lintas kompetensi untuk respons cepat," ujarnya.
[bacajuga=2;title="Helikopter TNI Kecelakaan Saat Misi Pemadaman Karhutla di Seruyan";sumber="berita"]
Ia menambahkan, koordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyalurkan berbagai perlengkapan medis, termasuk 3,8 juta masker, 280 konsentrator oksigen, dan 939 tabung oksigen.
[bacajuga=3;title="BNPB Tetap Jalankan Modifikasi Cuaca meski Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah";sumber="berita"]
Bantuan lainnya mencakup 41 ribu pasang sarung tangan medis, alat pelindung diri, air purifier, makanan, obat, dan vitamin. Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan di masing-masing daerah.
"Kemudian pemberian makanan tambahan atau PMT, bermacam obat, vitamin. Hingga kelengkapan penunjang medis lainnya," katanya.
Sementara itu, data per 2 November 2026 mencatat 401.586 kasus ISPA di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Rinciannya, 91.913 kasus pada balita, 87.704 kasus pada anak usia 6–9 tahun, dan 56.092 kasus pada lansia.
(Reporter: Nadya Syifa Syauqiyah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.