RRI.CO.ID, Paris — Ribuan siswa di Prancis memblokade puluhan sekolah menengah atas (SMA) dan universitas pada Selasa, 3 November 2026. Blokade tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, dilansir dari France24.
Aksi tersebut berlangsung menjelang pemogokan nasional yang direncanakan serikat pekerja pada Kamis, 5 November 2026. Menurut otoritas setempat, sebanyak 48 dari 3.700 SMA di Prancis di blokade di tengah pengamanan ketat.
[bacajuga=1;title="Siswa Prancis Kembali Blokade Sekolah, Protes Meluas";sumber="berita"]
Namun, serikat mahasiswa USL menyebut jumlah sekolah yang diblokade mencapai 500. Selain itu, sebanyak 51 dari 184 institusi pendidikan tinggi dilaporkan mengalami gangguan aktivitas.
Ribuan siswa juga menggelar demonstrasi di Paris dan sejumlah kota lainnya. Aksi protes kembali berlangsung setelah para siswa menyelesaikan libur musim gugur selama dua pekan.
[bacajuga=2;title="Senat Prancis Setujui RUU Denda hingga 10 Ribu Euro bagi Demonstran Perusuh";sumber="berita"]
Mereka menuntut pemerintah merenovasi gedung sekolah yang rusak, mengurangi jumlah siswa dalam kelas, serta menambah kuota penerimaan mahasiswa. Serikat mahasiswa USL mengecam tindakan aparat keamanan yang dinilai berlebihan dalam menangani demonstrasi.
Mereka melaporkan adanya pengerahan polisi antihuru-hara dan tindakan aparat terhadap para siswa di sekitar sekolah. Sementara itu, Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengecam aksi blokade karena dianggap menghalangi hak siswa lain untuk memperoleh pendidikan.
[bacajuga=3;title="Mahasiswa Prancis Lanjutkan Protes meski Pemerintah Beri Konsesi";sumber="berita"]
Ia juga menyatakan bahwa sejumlah staf sekolah kembali menjadi sasaran tindakan kekerasan. Gelombang protes pelajar tersebut turut memperkuat gerakan nasional yang menentang kenaikan biaya hidup dan buruknya layanan publik.
Gerakan tersebut telah menarik ratusan ribu orang untuk turun ke jalan selama tiga akhir pekan terakhir. Pada 17 Oktober, aksi tersebut juga memicu salah satu kerusuhan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.