RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tim gabungan Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) mengintensifkan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Hingga hari kelima banjir, sebanyak 161 warga dari 43 keluarga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Koordinator Tim PDB Kabupaten Aceh Selatan, Kapten Inf Ali Sadikin, mengatakan upaya evakuasi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Terutama warga yang berada di kawasan rawan banjir.
"Kami mengintensifkan evakuasi masyarakat terdampak banjir ke lokasi aman, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami. Kami mengimbau warga terdampak bencana tetap waspada," kata Ali Sadikin di Aceh Selatan, Senin 2 November 2026.
[bacajuga=1;title="Produktivitas Sawah Aceh Tamiang Didorong Capai Delapan Ton";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh";sumber="berita"]
[bacajuga=3;title="Tanggap Darurat Banjir di Aceh Selatan";sumber="berita"]
Ia menjelaskan, banjir melanda sejumlah wilayah, di antaranya Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah. Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir di dua desa tersebut.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air hingga meluapnya aliran Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya. Dalam proses evakuasi, tim gabungan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya agar segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Ali mengatakan kondisi banjir di lapangan masih dinamis. Karena itu, tim PDB terus melakukan pemantauan, pendataan, asesmen, serta penanganan terhadap masyarakat terdampak secara berkelanjutan.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur guna memastikan warga tetap aman dan siap dievakuasi apabila kondisi banjir semakin memburuk," ujarnya. Ia mengungkapkan genangan air masih merendam permukiman penduduk dan badan jalan desa.
Bahkan, debit air di sejumlah titik dilaporkan terus meningkat. Ketinggian air di beberapa lokasi mencapai lebih dari satu meter.
Sedangkan genangan yang masuk ke rumah warga mencapai puluhan sentimeter. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan membuat sebagian keluarga memilih meninggalkan rumah demi keselamatan.
Ali mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi dan arahan petugas di lapangan. Warga yang tinggal di kawasan rawan juga diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila ketinggian air terus meningkat.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi serta arahan petugas. Warga berada di kawasan rawan diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila air terus meninggi," katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.