RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mendorong riset kampus menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Dorongan tersebut disampaikan saat Fauzan membuka acara Living Lab Summit 2026 di Universitas Brawijaya, Malang. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meretas Masa Depan: Arah Baru Sains dan Teknologi Berbasis Dampak Sosial”.
“Semangat utamanya, membawa perguruan tinggi yang ada di Indonesia mampu mengangkat problem masyarakat untuk dicarikan solusinya dari kampus. Jadi dari kampus untuk masyarakat,” kata Fauzan, dikutip dari laman Kemdiktisaintek, Senin, 2 November 2026.
Fauzan mencontohkan persoalan masyarakat yang masih ditemukan dalam berbagai sektor. Masalah tersebut antara lain berkaitan dengan pertanian hingga pemenuhan kebutuhan air.
[bacajuga=1;title="Riset Mahasiswa PTKIN Didorong Berdampak Nyata bagi Masyarakat";sumber="berita"]
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mencari solusi berbasis keilmuan. Riset juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik setiap daerah
“Riset perlu diawali dengan pemetaan persoalan masyarakat, penentuan lokasi penerapan, serta pengembangan solusi. Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, tetapi juga pusat solusi.” katanya.
Fauzan juga menilai pendekatan Living Lab dapat mendekatkan kampus dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut melibatkan masyarakat dalam proses penelitian dan pengembangan solusi.
[bacajuga=2;title="Kemendag Ajak Mahasiswa Jadi Eksportir Muda lewat Campuspreneur";sumber="berita"]
Berdasarkan laporan LPDP, pendanaan riset mencapai lebih dari Rp2,5 triliun sejak 2021 hingga 2026. Dana tersebut telah disalurkan untuk lebih dari 4.800 kegiatan riset di berbagai bidang.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani menilai kolaborasi diperlukan dalam membangun ekosistem inovasi. Perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha memiliki peran dalam memperluas manfaat inovasi.
“Tidak ada satu pihak pun yang dapat membangun ekosistem inovasi secara sendiri, dengan inovasi sains dan teknologi. Perguruan tinggi memiliki kapasitas keilmuan, masyarakat memahami kebutuhan dan potensi dari wilayahnya,” ucap Najib. (Reporter: Nikita Yunistia Maryam)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.