RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Muhammad Saleh Mustafa menegaskan kedaulatan pangan menjadi fondasi ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Senin 2 November 2026.

Saleh mengatakan, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menentukan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas negara. Ia mengingatkan pangan memiliki posisi strategis bagi keberlangsungan sebuah bangsa.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa pangan adalah hidup dan mati sebuah bangsa. Kita sebagai bangsa harus memahami bahwa pangan ini sangat strategis,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas pembangunan nasional bersama pemenuhan gizi, ketahanan energi, dan industrialisasi. Kementerian Pertanian terus memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Ia menyebut delapan dari 12 komoditas pangan strategis telah mencapai swasembada. Capaian tersebut dinilai menjadi modal untuk memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, bagi Kementerian Pertanian, capaian ini luar biasa. Dari 12 komoditas strategis, delapan komoditas sudah swasembada. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Saleh menegaskan, capaian tersebut perlu diikuti tata niaga pangan yang sehat dan tidak merugikan petani maupun konsumen. Pemerintah juga perlu memastikan kelancaran distribusi serta mengawasi praktik perdagangan yang mengganggu stabilitas pasokan dan harga.

Selain itu, ia mendorong penguatan kelembagaan petani melalui koperasi. Konsolidasi tersebut diharapkan memperkuat posisi petani dalam rantai usaha pangan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Saleh juga menyoroti perlindungan lahan pertanian dan keberlanjutan infrastruktur irigasi. Menurutnya, pengelolaan air harus dilakukan secara adil agar produktivitas pertanian terjaga dan hak petani terpenuhi.

Di hadapan para perwira siswa Seskoad, Saleh turut mengingatkan pentingnya karakter, kemampuan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ia menilai pengetahuan dan keterampilan perlu berjalan seiring dengan kinerja yang baik.

“Saya berharap kita semua memiliki karakter, kemampuan, dan pengetahuan yang baik. Tetapi good performance juga sangat penting. Jangan sampai kita justru menjadi penghambat bagi orang lain. Jangan mengalahkan diri sendiri,” ucapnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pangan membutuhkan komitmen dan kerja bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, dan institusi pertahanan diperlukan untuk menjaga kedaulatan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.