RRI.CO.ID, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memberikan diskon tarif penyeberangan selama periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan stimulus tersebut berupa pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan.

“Jadi sebagai sebagai bagian dari program pemerintah. Nanti pada saat periode ‘peak season’ nataru di penyeberangan kita juga menerapkan program stimulus diskon tarif penyeberangan," ujarnya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

Windy menjelaskan, tarif penyeberangan terdiri atas tiga komponen, yakni jasa kepelabuhanan, jasa penyeberangan, dan asuransi. Pembebasan tarif jasa kepelabuhanan tersebut berdampak pada penurunan harga tiket rata-rata sekitar 21 persen.

“Ini yang diberikan diskon 100% itu adalah untuk jasa kepelabuhanannya saja. Kalau kita lihat dampaknya terhadap keseluruhan nilai tarif, itu secara rata-rata sekitar kurang lebih penurunan 21% terhadap nilai tarifnya,” kata Windy.

Program stimulus ini akan berlaku mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan anggaran sebesar Rp27,7 miliar. ASDP menargetkan sekitar 1,4 juta orang menjadi penerima manfaat program diskon tarif penyeberangan tersebut.

[bacajuga=2;title="Kemenhub Periksa 2.140 Kapal Jelang Nataru, Kapal Tak Laik Dilarang Berlayar";sumber="berita"]

Windy menyebut, penerima manfaat diperkirakan terdiri atas 188 ribu penumpang pejalan kaki dan 467 ribu kendaraan. Diskon berlaku untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan golongan II atau sepeda motor, serta kendaraan penumpang.

“Kita menargetkan untuk penerima manfaat stimulus ini adalah kurang lebih sebesar 1,4 juta orang. Ini juga diasumsikan berdasarkan dengan target jumlah pejalan kaki 188.000 dan untuk kendaraan mungkin di 467.000,” ucapnya.

Diskon stimulus ini akan diterapkan pada delapan lintasan, termasuk Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, dan Pagur-Tanjung Uban. Masyarakat dapat membeli tiket melalui aplikasi Ferizy, dengan diskon berlaku sesuai tanggal keberangkatan selama periode program.

Sebelumnya, Pemerintah menyiapkan stimulus tarif angkutan laut dan penyeberangan untuk membantu masyarakat menghadapi perjalanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyediakan diskon tarif dasar 30 persen bagi penumpang ekonomi pada 25 trayek kapal PELNI.

[bacajuga=1;title="Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Kapal PELNI 30 Persen untuk Nataru 2026/2027";sumber="berita"]

Program tersebut menargetkan 414.630 penumpang dengan periode keberangkatan mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pada angkutan penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan penghapusan 100 persen komponen tarif jasa kepelabuhanan di 14 lokasi pelabuhan.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Samsuddin menyebut peningkatan mobilitas masyarakat perlu diantisipasi melalui optimalisasi armada dan penyesuaian jadwal kapal. Kapal cadangan serta kapal negara turut disiagakan untuk mendukung pelayanan dan penanganan kondisi darurat.

Berdasarkan evaluasi Nataru 2025/2026, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 2,5 juta orang atau meningkat 33,60 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pada sejumlah rute tertentu, kebutuhan angkutan selama puncak perjalanan meningkat sekitar 50–60 persen dibandingkan kondisi normal.

“Optimalisasi tiket daring dan pencatatan manifest secara real-time juga diperkuat untuk mencegah kelebihan kapasitas. Serta memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kapal,” ujar Samsuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Samsuddin mengatakan, pengendalian kepadatan pelabuhan dilakukan melalui pengaturan akses masuk, penerapan sistem satu pintu, pemanfaatan ‘buffer zone’, serta koordinasi dengan instansi terkait. Operator pelabuhan juga dapat membatasi atau menghentikan penjualan tiket apabila kapasitas area parkir penampungan sudah terpenuhi.