RRI.CO.ID, Jakarta – Liam Lawson mengaku belum mendapat kepastian untuk mempertahankan kursinya di Racing Bulls pada Formula 1 2027. Padahal, pembalap Selandia Baru tersebut tampil impresif sepanjang musim 2026.
“Saya berusaha sebaik mungkin. Setiap akhir pekan, saya berupaya untuk memaksimalkan segalanya,” ujar Lawson kepada Sky Sports, dikutip dari formula1.com.
Pembalap berusia 24 tahun itu kini menempati posisi kesembilan klasemen pembalap. Ia juga menjadi pembalap di luar tim papan atas dengan peringkat tertinggi sejauh ini.
[bacajuga=1;title="Esteban Ocon Tak Lagi Membalap Bersama Haas di Sisa Musim F1 2026";sumber="berita"]
Pada Grand Prix Meksiko, Lawson start dari pit lane setelah melakukan perubahan komponen mesin pada mobilnya. Ia berhasil finis kesembilan, lalu naik ke posisi ketujuh setelah penalti yang dijatuhkan kepada Oscar Piastri dan Franco Colapinto.
Hasil itu menambah koleksi Lawson menjadi 83 poin, dua kali lipat dari rekan satu timnya Arvid Lindblad. Namun, penampilan tersebut belum otomatis mengamankan kursinya untuk tahun depan.
Posisi Lawson kini dianggap terancam oleh Nikola Tsolov, pembalap junior Red Bull yang tengah bersaing memperebutkan gelar Formula 2. Tsolov menjalani debut latihan bebas pertama (FP1) bersama Racing Bulls di Meksiko.
Ia menggantikan Lawson pada FP1 dan langsung meninggalkan kesan positif bagi tim. CEO Racing Bulls, Peter Bayer, memuji penampilan pembalap asal Bulgaria tersebut.
"Sejujurnya, performa Tsolov pada hari Jumat sangat luar biasa. Ini adalah pengalaman pertamanya mengemudikan mobil tersebut, dan ia secara sempurna menyatu dengan tim," ujar Bayer.
Di satu sisi, Lawson merasa performanya masih cukup mengesankan, sebab Racing Bulls kini berada di posisi yang bagus dalam persaingan. Ia menyebut timnya mampu menyaingi Alpine dan terus menjauh lebih unggul dari mereka.
[bacajuga=2;title="Nikola Tsolov Debut FP1 GP Meksiko, Gantikan Liam Lawson";sumber="berita"]
"Saya tidak tahu apa lagi yang mereka inginkan dari saya. Tapi memang begitu situasinya saat ini," katanya.
Sementara itu, mayoritas tim sudah mengumumkan susunan pembalap 2027, membuat pilihan Lawson semakin sempit. Jika akhirnya digantikan di Racing Bulls, ia kemungkinan harus menerima peran pembalap cadangan agar tetap berada di F1.
Soal rencana cadangan, Lawson mengakui situasinya tidak mudah karena keputusannya molor hingga akhir musim. “Ketika hal seperti ini ditunda sampai lama, memang tidak ada banyak pilihan lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan tetap ingin terus di F1 dan akan terus menunjukkan performa terbaik. “Jelas, saya ingin balapan di F1, dan saya berusaha menunjukkan yang terbaik setiap akhir pekan,” katanya.
Sampai saat ini, Racing Bulls belum mengonfirmasi satu pun pembalapnya untuk musim 2027. Lawson, Lindblad, dan Tsolov disebut sebagai tiga kandidat untuk dua kursi yang tersedia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.