RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap masyarakat. Di Sumatera Selatan, pemerintah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu meningkatkan peluang hujan di sejumlah wilayah terdampak.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan, menyampaikan perkembangan operasi tersebut. BNPB menyebarkan 5.600 kilogram garam melalui dua sorti penerbangan untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca di Sumatera Selatan.
"Kami juga melakukan penyemaian garam di Sumatera Selatan sebanyak dua sorti. Dengan total bahan mencapai 5.600 kilogram," ujarnya dalam konferensi pers BNPB Kebakaran Hutan dan Lahan, Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 4 November 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, hujan ringan mulai terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Hujan tersebut terpantau di Indralaya, Ogan Ilir, sekitar bandara, Palembang, Muara Padang, hingga Banyuasin.
Di sisi lain, BNPB mengingatkan karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kebakaran tersebut turut memengaruhi kehidupan sosial ekonomi warga, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.
"Peristiwa kebakaran hutan dan lahan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan hidup. Keselamatan manusia, kesehatan masyarakat, serta kehidupan sosial ekonomi," kata Berton.
Dampak karhutla juga terlihat dari risiko keselamatan petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman. Paparan asap kebakaran dapat meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
[bacajuga=3;title="BNPB Catat Bencana di 31 Lokasi? Ini Data Kejadian Terbaru hingga 2 November";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Bara Api di Lahan Gambut Belum Padam, BNPB Waspadai Karhutla Susulan";sumber="berita"]
[bacajuga=1;title="BNPB Menerbitkan Delapan Langkah Antisipasi Musim Hujan";sumber="berita"]
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan karhutla merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan penanganan secara terpadu. Upaya pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangannya.
"Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak kesehatan masyarakat. Terutama akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Berton.
BNPB menegaskan penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat dan keselamatan petugas. Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.