RRI.CO.ID, Jakarta - Kenaikan biaya hidup di Jakarta membuat pekerja dengan gaji Rp5 Juta semakin sulit memiliki hunian. Sebagian besar penghasilan harus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kemampuan menabung untuk membeli hunian semakin sulit.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafrudin Karimi, menilai persoalan tersebut berkaitan dengan rendahnya produktivitas pekerja. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan pekerja sangat bergantung pada produktivitas yang mampu mendorong kenaikan pendapatan secara nyata.

"Kalau produktivitas tidak meningkat, kita sulit mengharapkan kesejahteraan, karena sumber peningkatan kesejahteraan adalah produktivitas yang meningkat. Tapi kalau upah nyata hanya sekitar lima juta itu akan sulit untuk menampung, jadi dilemanya di situ," katanya saat berbincang bersama Pro3 RRI, Jumat, 6 November 2026.

Kondisi semakin berat bagi pekerja perantau yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Mereka harus mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara.

Di sisi lain, membeli rumah murah juga belum tentu menyelesaikan persoalan. Lokasi hunian yang jauh dari tempat kerja berpotensi menambah pengeluaran transportasi dan waktu perjalanan.

"Jadi bagaimana kita menguasai biaya hidup kalau pendapatan kita tidak naik secepat kenaikan biaya hidup. Kalau dihadapkan pun misalnya ke rumah yang murah biasanya tidak menjamin dekat di tempat kerja," ucapnya.

Karena itu, Syafrudin menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali konsep upah layak bagi pekerja. Menurutnya, penentuan upah tidak cukup hanya mengacu pada upah minimum regional.

Dia juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui investasi dan kepastian hukum. Iklim investasi yang baik diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan pekerja

"Menurut saya penting untuk berinvestasi kepastian hukum. Kalau produktivitas naik, penerimaan buruh naik, belanja mereka meningkat akan memberikan stimulus kepada ekonomi di luarnya," ujarnya.

Adanya peningkatan produktivitas dan upah riil, pekerja diharapkan memiliki kemampuan lebih besar. Dengan peningkatan tersebut berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menabung untuk membeli rumah layak.

(Reporter: Muhammad Herdi Fabryansyah)