RRI.CO.ID, Jakarta – Penguatan pola asuh dan kesadaran keluarga menjadi langkah penting mencegah kekerasan terhadap anak, terutama yang melibatkan anggota keluarga sendiri. Upaya ini perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan orang tua, serta penanaman nilai perlindungan anak sejak dini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menyebut tekanan ekonomi, pola asuh, dan penggunaan media sosial tidak bijak memicu kekerasan terhadap anak. Menurutnya, ketiga faktor tersebut perlu mendapat perhatian serius melalui penguatan keluarga, edukasi masyarakat, serta pengawasan penggunaan media sosial.

“Kalau analisa internal kami, penyebab terjadinya kekerasan itu pertama faktor ekonomi. Ini berpengaruh ke seluruh lini kehidupan,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

[bacajuga=1;title="Menteri PPPA Tekankan Pengasuhan Positif Cegah Kekerasan Anak";sumber="berita"]

Arifah menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak harus dimulai dari keluarga melalui penguatan kesadaran dan penerapan pola asuh positif. Ia mengingatkan, kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Pola asuh bukan hanya tentang orang tua kepada anak, tetapi membangun kesadaran bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan siapa pun. Kesadaran ini harus diterapkan kepada siapa pun, di mana pun, agar anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujar Arifah.

Arifah Fauzi mengingatkan bahaya paparan konten digital tidak sesuai usia yang berpotensi memicu perilaku menyimpang dan mengancam keselamatan anak. Ia menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak berusia 10 tahun yang diduga melibatkan sejumlah pria lanjut usia.

Dalam kasus tersebut, korban diduga diberi uang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dengan dalih membantu pekerjaan rumah. Arifah mengungkapkan, paparan video bermuatan seksual turut menjadi salah satu faktor yang terungkap dalam kasus kekerasan tersebut.

[bacajuga=2;title="Menteri PPPA Dorong Penguatan RBI hingga Tingkat Desa";sumber="berita"]

“Ini refleksi bersama untuk membangun kesadaran seluruh masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan. Pencegahan harus dilakukan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun demi melindungi anak dari kekerasan,” kata Arifah menegaskan.

Arifah Fauzi menekankan pentingnya penguatan nilai agama, akhlak, dan budi pekerti sejak dini untuk membentuk karakter anak. Menurutnya, penanaman nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran anak terhadap perilaku positif serta mencegah kekerasan.

“Tadi, nilai-nilai agama, akhlakul karimah, budi pekerti. Ini harus dikuatkan kembali,” ujar Arifah.