RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendorong platform e-commerce memprioritaskan produk UMKM binaan pemerintah dalam Harbolnas 2026 yang menargetkan transaksi Rp40 triliun. Langkah ini diharapkan memperluas pasar digital UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal dalam momentum belanja nasional.

Muhaimin menegaskan, Harbolnas menjadi peluang strategis memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM binaan pemerintah. Ia berharap momentum belanja online nasional mampu mendorong UMKM berkembang serta memperkuat pemasaran produk lokal secara berkelanjutan.

“Harbolnas ini menjadi momentum yang harus kita manfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM. Jangan sampai produk-produk yang sudah dibina pemerintah justru tidak mendapatkan ruang untuk tampil di platform digital,” kata Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan dalam Rapat Internal Kemenko PM, di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.


[bacajuga=1;title="Menko Muhaimin Dorong Konsep 1001 Pasar Rakyat Untuk Perkuat UMKM";sumber="berita"]

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM. Muhaimin mengatakan, pemerintah akan mendorong kerja sama dengan idEA dan platform digital untuk memperluas eksposur produk UMKM binaan kementerian dan lembaga.

“Kolaborasi kementerian dan platform digital harus memperluas akses pasar bagi UMKM binaan pemerintah. Pendampingan diperlukan agar UMKM meningkatkan kapasitas usaha, menjangkau konsumen lebih luas, dan berkembang secara berkelanjutan,” ucap Muhaimin.

Harbolnas 2026 berlangsung pada 10 hingga 16 Desember dengan target transaksi Rp40 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan belanja digital sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.


[bacajuga=2;title="Menko Muhaimin Dorong Fasilitas Publik dan Perumahan Gerakkan Ekonomi Rakyat";sumber="berita"]

Wakil Ketua Umum idEA, Syarif Hidayatullah, menyebut Harbolnas 2025 mencatat transaksi Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33 hingga Rp34 triliun. Transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari total transaksi.

“Ekosistem digital tidak hanya mengejar besarnya transaksi, tetapi juga harus membuka peluang ekonomi lebih luas bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi digital perlu memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan masyarakat,” kata Syarif Hidayatullah.