RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun untuk menjaga pertumbuhan Indonesia pada kuartal IV 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan aktivitas usaha menjelang akhir tahun.

[bacajuga=1;title="Kemenhub Usulkan WFA Tiga Hari untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru";sumber="berita"]

Tenaga Ahli Badan Komunikasi (BAKOM RI), Aditya Laksmana Yudha, mengatakan pemerintah mengandalkan sejumlah kebijakan untuk menjaga momentum ekonomi. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, subsidi upah, serta insentif perjalanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Di kuartal keempat, pemerintah sudah menyiapkan anggaran stimulus sebesar Rp31 triliun. Akumulasi stimulus pemerintah ini diharapkan akan memberikan dampak pada pergerakan ekonomi," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Dari total anggaran tersebut, Rp17 triliun dialokasikan untuk bantuan pangan bagi 33 juta keluarga penerima manfaat. Pemerintah juga menyiapkan subsidi upah Rp11 triliun bagi sekitar 1,3 juta keluarga penerima.

Selain itu, pemerintah menganggarkan Rp800 miliar untuk insentif perjalanan selama libur Nataru. Kebijakan ini mencakup diskon tarif pesawat dan pajak pertambahan nilai tiket yang ditanggung pemerintah.

Insentif perjalanan diharapkan meningkatkan belanja masyarakat dan memberikan efek berganda bagi ekonomi daerah. Aktivitas tersebut berpotensi menggerakkan operator perjalanan serta pelaku UMKM pariwisata.

"Momentum hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan, lebaran, dan Nataru akan memberikan dampak pada pergerakan ekonomi berupa belanja masyarakat. Dengan insentif Rp800 miliar, diharapkan akan memberikan efek ganda, terutama untuk pergerakan ekonomi daerah," ucapnya.

Selain stimulus, percepatan belanja pemerintah juga diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV. Hingga kuartal III 2026, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat sekitar 65 persen.

Dengan demikian, sekitar 35 persen anggaran belanja pemerintah masih akan direalisasikan hingga akhir tahun. Aditya berharap peningkatan belanja tersebut mampu memperkuat aktivitas ekonomi dan mendukung target pertumbuhan nasional.

[bacajuga=2;title="Kemenhub Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Libur Natal dan Tahun Baru";sumber="berita"]

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I dan 5,29 persen pada kuartal II 2026. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tercatat sebesar 5,45 persen.

"Semester pertama, pertumbuhan ekonomi kita di 5,45 persen. Angka tersebut sebenarnya sudah melampaui target pencapaian di 5,4 persen," katanya.

Aditya menyebut momentum ekonomi pada kuartal III tidak sebesar periode sebelumnya yang didukung sejumlah hari besar. Namun, pemerintah mengharapkan stimulus dan peningkatan belanja pada kuartal IV mampu menjaga aktivitas ekonomi hingga penghujung 2026. (Shafa)